Archive for November 3rd, 2009

Sosok yang Taat, menjadi penguat dalam rumah tangga………

Keluarga harmonis adalah dambaan setiap orang. Semua ini bisa diciptakan, jika suami isteri memahami hak dan kewajiban masing-masing. Berbagai persoalan seringkali menjadi gesekan yang mempengaruhi kondisi rumah tangga, bahkan berakibat kepada perceraian. Belum lama ini, Penasehat Ikatan Jurnalis Perempuan (IJP)Sumatera Utara, sekaligus Pemerhati Perempuan dan Anak, Ny.Naya Miraza memberikan berbagai masukan tentang upaya menciptakan rumah tangga harmonis.

Pahami Motif Pernikahan

Naya, menjelaskan setiap pasangan perlu memahami motif pernikahan. Apakah pernikahan itu bermotifkan materi atau cinta murni. Pernikahan dengan motif materi, akan berimbas pada kegoyahan rumah tangga bila keberadaan materi yang diinginkan tidak sesuai. Tetapi motif cinta kasih, umumnya masing-masing pihak secara tegas memahami tugas dan kewajiban masing-masing dan merasa bahagia dengan materi seadanya, tetapi terus berusaha mendapatkan materi dengan cara-cara yang baik. Bila motif pernikahan adalah motif materi, menginginkan memiliki perlengkapan setelah menikah. Rumah, fasilitas kenderaan dan finansial yang cukup. Umumnya, pasangan ini sama-sama memiliki pekerjaan. Mereka yang memilih motif ini segala sesuatunya perlu dibicarakan dengan matang. Karena, kekurangan materi akan memicu keretakan rumah tangga. Oleh karena itu diperlukan perhitungan dan pertimbangan, menyangkut penghasilan bersama. Kemana keuangan selama sebulan dan apa-apa saja yang harus dilakukan dengan kondisi keuangan yang ada. Jangan sampai besar pasak dari tiang, sehingga pengeluaran lebih banyak daripada pemasukan. Pasangan yang menikah karena motif materi perlu menyiapkan konsep pengeluaran dan pemasukan. Bila terjadi perubahan atau kondisi keuangan mulai berkurang, sebaiknya dicari jalan keluar bersama, sehingga tidak memicu emosi berlebihan. Tetap menghadapi masalah dengan kepala dingin. Emosi pasangan sesaat, hendaknya diredakan dengan beragam cara. Apakah dengan meninggalkannya atau mencari kegiatan lain. Setelah emosi reda, bicarakan kembali apa problem yang memicu pertikaian. Bagi mereka yang mengedepankan konsep cinta kasih sejati, umumnya membagi tugas bersama. Suami bekerja mencari uang, isteri akan berkarir dalam rumah tangga. Membesarkan anak-anak dan menjadi pemerhati suami. Sekalipun kondisi ekonomi sedang sulit, pasangan yang memilih motif ini akan tetap bertahan dan berusaha semampunya untuk mengharungi rumah tangga. Rumah harus menjadi surga bagi orang-orang yang bernaung di dalamnya. Isteri sebagai permaisuri akan menata demikian rupa dan menjanjikan kepada semua penghuninya bahwa rumah adalah istana bagi mereka. Suami yang menjadi kepala rumah tangga akan berhati-hati dalam menjalankan tugas sebagai orang yang dipercaya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Karena itu, ia akan berusaha mencari rezeki yang halal dan berupaya meningkatkan kemampuan diri karena yakin isteri dan anak-anak akan selalu mendoakannya dan berharap mendapatkan perlindungan dari seorang kepala keluarga.Isteri, umumnya lebih ingin membahagiakan perasaan pasangan dan selalu memberikan motivasi terhadap keberhasilan suami.

Pahami Karakter Pasangan

Hal yang tak kalah penting, bagaimana memahami karakter pasangan. Pendekatan atau penjajakan terhadap pasangan telah dilakukan pada saat berpacaran. Saat inilah perlu mengetahui karakter pasangan, apakah bisa seiring sejalan dengan diri kita atau tidak. Kreteria, bobot,bebet dan bobot serta latar belakang sosial dan agama perlu menjadi pertimbangan yang cukup matang. Seringkali pertengkaran dalam rumah tangga, akibat karakter pasangan yang tidak dipahami dengan benar. Laki-laki dan perempuan adalah dua mahluk yang berbeda dari berbagai sudut, tetapi dengan perbedaan itulah Allah mempersatukan untuk mengikat jalinan rumah tangga. Oleh sebeb itu, perlu diingat bagaimana mestinya menjalin kebersamaan dalam perbedaan. Karakter pasangan yang keras kepala harus dihadapi dengan lemah lembut. Pasangan yang cemburu dan mudah emosi, perlu diberikan penjelasan secara perlahan dan sebagainya. Bila watak pasangan sangat senang bersenang-senang, menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan sesaat, hal iniperlu menjadi perhatian pula. Saat meniti bahtera rumah tangga, sikap ini perlu diwaspadai. Sebab, sistem keuangan yang tetap sementara jumlah perbelanjaan terus meningkat akibat pasangan masih melakukan hobinya, secara otomatis akan menambah beban ekonomi. Oleh sebab itu, perlu dibuat kesepakatan bersama dan apa yangb harus dilakukan jika pasangan masih tetap melakukan kebiasaannya selama ini.

Berlaku Adil

Sikap adil memang tidak semudah mengucapkannya. Tetapi berlaku adil bisa dipupuk bila keduanya sepakat. Misalkan memberi kesempatan kepada keluarga duapihak untuk tinggal di rumah. Untuk ini, perlu ada kesepakatan bersama, jangan sampai kehadiran saudara di luar keluarga inti, justru menambah beban baru. Mungkin bisa disepakati untuk memberikan bantuan saja kepada saudara atau keluarga dekat tanpa harus tinggal serumah dengan kita. Berbagai kesepakatan perlu dibuat dalam rangka menciptakan rasa adil terhadap keluarga dua belah pihak. Perhatian terhadap saudara, memang tak perlu putus, sepanjang bisa memenej dengan baik apa yang bisa dan pantas diberikan kepada mereka. Saling bergai, umumnya lebih mengikat rasa persaudaraan dan kasih sayang keluarga besar. Jika sudah diambil kesepakatan, hendaknya tetap konsekwen dalam menjalankannya.

Prinsip Agama

Mengedepankan prinsip agama dalam hidup menjadikan rumah tangga lebih tentram. Pilihan pasangan karena agamanya menjadi hal pokok yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Orang yang paham dengan agama, akan berbuat sebaik mungkin terhadap keluarganya dan berusaha menanggungjawabi semua tindak tanduknya dan selalu berusaha memberikan kebahagiaan lahir dan batin. Jika seisi rumah merasa tenang dan nyaman, karena tanggungjawab yang diberikan kepala keluarga, maka rezeki akan selalu terbuka. Karena seisi rumah akan terus berdoa dan meminta kemudahan demi kemudahan yang akan diberikan Allah terhadap perjalanan rumah tangga, sehingga setiap detik dan setiap saat akan mengalir rasa bahagia dalam keluarga tersebut.

ref: http://iwanagussugeng.wordpress.com

An-Nahl 16:15
“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.”

An-Nahl 16:15
“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.”

An-Naml 27:88 “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Anggapan lama pernah ada pada abad-abad yang lampau bahwa bumi adalah sesuatu yang rigid atau kaku sementara benua-benua berada pada kedudukannya yang tetap tidak berpindah-pindah. Setelah ditemukannya benua Amerika dan dilakukan pemetaan pantai di Amerika dan Eropa ternyata terdapat kesesuaian morfologi dari pantai-pantai yang dipisahkan oleh Samudera Atlantik. Hal ini menjadi titik tolak dari konsep-konsep yang menerangkan bahwa benua-benua tidak tetap akan tetapi selalu bergerak. Konsep-konsep ini dibagi menjadi tiga menurut perkembangannya (Van Krevelen, 1993) :

1. Konsep yang menerangkan bahwa terpisahnya benua disebabkan oleh peristiwa yang katastrofik dalam sejarah bumi. Konsep ini dikemukakan oleh Owen dan Snider pada tahun 1857.

2. Konsep apungan benua atau continental drift yang mengemukakan bahwa benua-benua bergerak secara lambat melalui dasar samudera, dikemukakan oleh Alfred Wegener (1912). Akan tetapi teori ini tidak bisa menerangkan adanya dua sabuk gunung api di bumi.

3. Konsep paling mutakhir yang dianut oleh para ilmuwan sekarang yaitu Teori Tektonik Lempeng. Teori ini lahir pada pertengahan tahun enampuluhan. Teori ini terutama didukung oleh adanya Pemekaran Tengah Samudera (Sea Floor Spreading) dan bermula di Pematang Tengah Samudera (Mid Oceanic Ridge : MOR) yang diajukan oleh Hess (1962).

Pada awalnya ada dua benua besar di bumi ini yaitu Laurasia dan Gondwana kemudian kedua benua ini bersatu sehingga hanya ada satu benua besar (supercontinent) yang disebut Pangaea dan satu samudera luas atau yang disebut Panthalassa (270 jt th yll). Dari supercontinent ini kemudian terpecah lagi menjadi Gondwana dan Laurasia (150 jt th yll) dan akhirnya terbagi-bagi menjadi lima benua seperti yang dikenal dan ditempati oleh manusia sekarang. Terpecah-pecahnya benua ini menghasilkan dua sabuk gunung api yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediteranean yang keduanya melewati Indonesia. Mekanisme penyebab terpecahnya benua ini bisa diterangkan oleh Teori Tektonik Lempeng sebagai berikut :

1. Penyebab dari pergerakan benua-benua dimulai oleh adanya arus konveksi (convection current) dari mantle (lapisan di bawah kulit bumi yang berupa lelehan). Arah arus ini tidak teratur, bisa dibayangkan seperti pergerakan udara/awan atau pergerakan dari air yang direbus. Terjadinya arus konveksi terutama disebabkan oleh aktivitas radioaktif yang menimbulkan panas.

2. Dalam kondisi tertentu dua arah arus yang saling bertemu bisa menghasilkan arus interferensi yang arahnya ke atas. Arus interferensi ini akan menembus kulit bumi yang berada di atasnya. Magma yang menembus ke atas karena adanya arus konveksi ini akan membentuk gugusan pegunungan yang sangat panjang dan bercabang-cabang di bawah permukaan laut yang dapat diikuti sepanjang samudera-samudera yang saling berhubungan di muka bumi. Lajur pegunungan yang berbentuk linear ini disebut dengan MOR (Mid Oceanic Ridge atau Pematang Tengah Samudera) dan merupakan tempat keluarnya material dari mantle ke dasar samudera. MOR mempunyai ketinggian melebihi 3000 m dari dasar laut dan lebarnya lebih dari 2000 km, atau melebihi ukuran Pegunungan Alpen dan Himalaya yang letaknya di daerah benua. MOR Atlantik (misalnya) membentang dengan arah utara-selatan dari lautan Arktik melalui poros tengah samudera Atlantik ke sebelah barat Benua Afrika dan melingkari benua itu di selatannya menerus ke arah timur ke Samudera Hindia lalu di selatan Benua Australia dan sampai di Samudera Pasifik. Jadi keberadaan MOR mengelilingi seluruh dunia.

3. Kerak (kulit) samudera yang baru, terbentuk di pematang-pematang ini karena aliran material dari mantle. Batuan dasar samudera yang baru terbentuk itu lalu menyebar ke arah kedua sisi dari MOR karena desakan dari magma mantle yang terus-menerus dan juga tarikan dari gaya gesek arus mantle yang horisontal terhadap material di atasnya. Lambat laun kerak samudera yang terbentuk di pematang itu akan bergerak terus menjauh dari daerah poros pematang dan ‘mengarungi’ samudera. Gejala ini disebut dengan Pemekaran Lantai Samudera (Sea Floor Spreading).

4. Keberadaan busur kepulauan dan juga busur gunung api serta palung Samudera yang memanjang di tepi-tepi benua merupakan fenomena yang dapat dijelaskan oleh Teori Tektonik Lempeng yaitu dengan adanya proses penunjaman (subduksi). Oleh karena peristiwa Sea Floor Spreading maka suatu saat kerak samudera akan bertemu dengan kerak benua sehingga kerak samudera yang mempunyai densitas lebih besar akan menunjam ke arah bawah kerak benua. Dengan adanya zona penunjaman ini maka akan terbentuk palung pada sepanjang tepi paparan, dan juga akan terbentuk kepulauan sepanjang paparan benua oleh karena proses pengangkatan. Kerak samudera yang menunjam ke bawah ini akan kembali ke mantle atau jika bertemu dengan batuan benua yang mempunyai densitas sama atau lebih besar maka akan terjadi mixing antara material kerak samudera dengan benua membentuk larutan silikat pijar atau magma. (Proses mixing terjadi pada kerak benua sampai 30 km di bawah permukaan bumi). Karena sea floor spreading terus berlangsung maka jumlah magma hasil mixing yang terbentuk akan semakin besar sehingga akan menerobos batuan-batuan di atasnya sampai akhirnya muncul ke permukaan bumi membentuk deretan gunung api.

Kondisi Geologi Dinamis Indonesia

Kepulauan Indonesia terbentuk karena proses pengangkatan sebagai akibat dari penunjaman (subduksi). Lempeng (kerak) yang saling berinteraksi adalah Kerak Samudera Pasifik dan Hindia yang bergerak sekitar 2-5 cm per tahun terhadap Kerak Benua Eurasia. Jadi Indonesia merupakan tempat pertemuan 3 lempeng besar sehingga Indonesia merupakan salah satu daerah yang memiliki aktivitas kegempaan yang tertinggi di dunia. Terdapat dua sabuk gunung api yang melewati Indonesia yaitu Sirkum Mediteranean sebagai akibat penunjaman Kerak Samudera Hindia ke dalam Kerak Benua Eurasia, dan Sirkum Pasifik sebagai akibat penunjaman Kerak Samudera Pasifik ke dalam Kerak Benua Eurasia.

Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai pelajaran bagi kita:

1. Gunung api selalu bergerak (dalam skala waktu geologi) mengikuti pergerakan benua-benua karena adanya dinamisme mantle bumi (arus konveksi). Fenomena ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an, “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 27:88)

2. Gunung api muncul karena tekanan yang tinggi pada magma hasil mixing sehingga akan menerobos ke atas. Andaikan saja magma ini tidak bisa menerobos ke atas membentuk gunung-gunung api maka tentulah akan tersimpan tekanan pada dapur magma yang sangat besar dan akan terus bertambah karena penunjaman masih terus berlangsung. Dengan demikian pada kondisi seperti itu apabila batuan sekitar yang menampung magma tersebut terlampaui batas elastisitasnya maka akan terjadi bencana gempa bumi vulkanik yang teramat sangat hebatnya, yang jauh lebih besar dari gempa bumi yang selama ini dirasakan manusia. Fenomena ini pun telah tersurat dalam Al-Qur’an, “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. 16:15)

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. 55:13) Maha Benar Allah atas segala firman-Nya

ref: http://iwanagussugeng.wordpress.com

Jenang gulo, kowe ojo lali marang aku iki yo kangmas

Nalikane nandang susah sopo sing ngancani,

Dhek semono aku tetep setyo serta tetep tresno yo kangmas.

Durung nate gawe gelo lan gawe kuciwo

Ning saiki bareng mukti kowe kok njur malah lali marang  aku

Sithik-sithik mesti nesu terus ngajak padu

Jo ngono… jo ngono…

Opo kowe pancen ra kelingan jamane dek biyan yo kangmas

Kowe janji bungah susah padha dilakoni

Anda mungkin pernah mendengar atau membaca lirik lagu tersebut. Bagi sebagian orang, lirik lagu di atas mungkin nggak begitu menarik perhatian, namun bagi insan yang memegang prinsip kesetiaan penuh kepada pasangan hidup (suami istri), lirik lagu tersebut layak untuk dicermati, dicerna dan diresapi maknanya lebih dalam. Lagu itu berisi keluhan dari seorang istri yang telah mengikat kesetiaan penuh kepada suaminya, namun ketika hidup mereka semakin sejahtera, ternyata sang suami justru melupakan sang istri. Bagi kaum adam, anda layak untuk mencerna makna lagu tersebut dengan jernih, agar hidup anda menjadi mulia dan terhormat, baik di mata masyarakat, anak-anak, dan apalagi bagi istri anda. Kemungkinan sang pencipta lagu saat mencipta lagu tersebut terinspirasi dengan banyak kejadian, dimana saat suami istri dalam posisi susah mereka saling mencintai, namun ketika mereka semakin makmur, sang suami justru semakin melupakan peran sentral sang istri dalam mencapai kemakmuran tersebut. Selamat merenung…

Ref: http://iwanagussugeng.wordpress.com