Archive for April, 2009

Bagaimana menggabungkan 2 line speedy dalam 1 LAN? Udah disiapin 1 komputer buat router dengan spek P4 dual core, ram 512Mb (sebenernya masih kurang untuk proxy server), HD 80G Sata, Lan Card 2 + 1 Onboard.
Nah tadinya rencananya sih mau pake mikrotik, eh malah dikasih HD SATA. Secara mikrotik 2.9.27 kan belum bisa pake SATA. Berbekal dari artikel itu akhirnya aku gunakan OpenBSD.
1. Install OpenBSD
Partisi HD 80G
5G /
1G swap
40G /cache #untuk cache squid proxy
10G /usr
10G /var
5G /tmp
sisa /home

Set instalasi
[X] bsd
[X] bsd.rd
[X] bsd.mp
[X] base41.tgz
[X] etc41.tgz
[X] misc41.tgz
[X] comp41.tgz
[X] man41.tgz
Disini aku menyertakan set bsd.mp karena menggunakan multi processor (p4 dual core).

selesai, reboot. kemudian mount cd openBSD untuk mengcopy source dan paket yang akan digunakan untuk mengcompile kernel kelak.
#mount /dev/cd0a /mnt
#tar -zxvf /mnt/packages/src.tar.gz -C /usr/src
#tar -zxvf /mnt/packages/sys.tar.gz -C /usr/src
#pkg_add -v /mnt/packages/dmassage-0.6.tgz #untuk menyesuaikan kernel dengan dmesg saat compile.
#pkg_add -v /mnt/packages/nano-2.0.3.tgz #text editor
#pkg_add -v /mnt/packages/ifstat-1.1p0.tgz
#pkg_add -v /mnt/packages/nmap-4.11p1.tgz
#pkg_add -v /mnt/packages/oidentd-2.0.7p1.tgz
#pkg_add -v /mnt/packages/pfstat-2.2p0.tgz
#pkg_add -v /mnt/packages/pftop-0.5.tgz

Catatan: Paket-paket yang diinstal sesuaikan dengan kebutuhan. Juga dapat diinstal melalui Port.

2. Compile Kernel
#cd /usr/src/sys/arch/i386/conf
#dmassage -s GENERIC >SKYNET
#nano -w SKYNET
tinggal sesuaikan sesuai hardware kita
tambahkan option berikut untuk optimasi squid diskd
option BUFCACHEPERCENT=15
option MSGMNB=16384
option MSGMNI=60
option MSGSEG=4096
option MSGSSZ=64
option MSGTQL=1024

kemudian keluar dan save.
#config SKYNET
#cd ../compile/SKYNET
#make clean && make depend && make
#rm -rf /usr/obj/*
#cd /usr/src
#make obj
#cd /usr/src/etc && env DESTDIR=/ make distrib-dirs
#cd /usr/src
#make build
tinggal tidur dulu, biasanya memakan waktu 3 jam.
setelah selesai kita ganti kernel kita
#cp /bsd /bsd.bak
#cp /usr/src/sys/arch/i386/compile/SKYNET/bsd /bsd
#reboot
untuk mengecek gunakan
#uname -a
harusnya kernel GENERIC sudah berubah menjadi SKYNET

3. Konfigurasi
Saya menggunakan konfigurasi sesuai artikelnya mas Yulian. Tinggal disesuaikan interface dan IP addressnya.
a. Aktifkan forwarding di /etc/sysctl.conf

net.inet.ip.forwarding=1
atau dengan
sysctl -w net.inet.ip.forwarding=1

b. Pastikan konfigurasi interface dan default routing kosong, hanya filename saja
Disini saya menggunakan card dari realtek
# /etc/hosts.rl0
# /etc/hosts.rl1
# /etc/hostname.rl0
# /etc/hostname.rl1
# /etc/mygate

Konfigurasi ethernet local /rl2
#touch /etc/hostname.rl2
#nano -w /etc/hostname.rl2
inet 192.168.1.100 255.255.255.0 NONE
media 100baseTX mediaopt full-duplex
description “ke LAN dan Gateway client”

Script koneksi DSL Speedy, pppoe0 untuk koneksi pertama dan pppoe1 untuk koneksi kedua. Sesuaikan interface, username dan passwordnya. Jangan lupa, gunakan indent tab.

# mv /etc/ppp/ppp.conf /etc/ppp/ppp.conf.bak
#touch /etc/ppp/ppp.conf
#nano -w /etc/ppp/ppp.conf
isi dengan=
default:
set log Phase Chat LCP IPCP CCP tun command
set redial 15 0
set reconnect 15 10000
pppoe0:
set device “!/usr/sbin/pppoe -i rl0?
disable acfcomp protocomp
deny acfcomp
set mtu max 1492
set mru max 1492
set crtscts off
set speed sync
enable lqr
set lqrperiod 5
set cd 5
set dial
set login
set timeout 0
set authname blahblahblah@telkom.net #nama
set authkey asaljangandejek #password
add! default HISADDR
enable dns
enable mssfixup
pppoe1:
set device “!/usr/sbin/pppoe -i rl1?
disable acfcomp protocomp
deny acfcomp
set mtu max 1492
set mru max 1492
set crtscts off
set speed sync
enable lqr
set lqrperiod 5
set cd 5
set dial
set login
set timeout 0
set authname blahblahblah2@telkom.net
set authkey vikingboneksamasaja
add! default HISADDR
enable dns
enable mssfixup

c. Aktifkan interface rl0 dan rl1

# ifconfig rl0 up
# ifconfig rl1 up

d. Jalankan PPPoE, Point to Point Protocol over Ethernet.

# ppp -ddial pppoe0
# ppp -ddial pppoe1

e. Jika koneksi Speedy berhasil, IP address dari Speedy akan di-binding di interface tunneling tun0 dan tun1
Disini saya tidak memasukkan hasil ifconfig saya, tapi ini cuma sebagai perbandingan aja. Sebagai catatan diperlukan waktu untuk dial ke speedy jadi ifconfig seperti ini tidak langsung keluar.
# ifconfig
tun0: flags=8051 mtu 1492
groups: tun egress
inet 125.xxx.xxx.113 –> 125.163.72.1 netmask 0xffffffff
tun1: flags=8051 mtu 1492
groups: tun
inet 125.xxx.xxx.114 –> 125.163.72.1 netmask 0xffffffff

f. Dan default gateway akan aktif

# netstat -nr |more
uttuk melihat list routing

g. Serta konfigurasi resolver DNS pun akan terisi secara otomatis

# cat /etc/resolv.conf
lookup file bind
nameserver 202.134.2.5
nameserver 203.130.196.5

h. Aktifkan Packet Firewall pf

# /etc/rc.conf
pf=”YES”

i. Script Packet Firewall NAT dan balancing dengan round-robin
#nano -w /etc/pf.conf
lan_net = “10.0.0.0/8? #IP client
int_if = “rl2? #interface LAN
ext_if1 = “tun0?
ext_if2 = “tun1?
ext_gw1 = “125.163.72.1?
ext_gw2 = “125.163.72.1?
# scrub all
scrub in all
# nat outgoing connections on each internet interface
nat on $ext_if1 from $lan_net to any -> ($ext_if1)
nat on $ext_if2 from $lan_net to any -> ($ext_if2)
# pass all outgoing packets on internal interface
pass out on $int_if from any to $lan_net
# pass in quick any packets destined for the gateway itself
pass in quick on $int_if from $lan_net to $int_if
# load balance outgoing tcp traffic from internal network.
pass in on $int_if route-to \
{ ($ext_if1 $ext_gw1), ($ext_if2 $ext_gw2) } round-robin \
proto tcp from $lan_net to any flags S/SA modulate state
# load balance outgoing udp and icmp traffic from internal network
pass in on $int_if route-to \
{ ($ext_if1 $ext_gw1), ($ext_if2 $ext_gw2) } round-robin \
proto { udp, icmp } from $lan_net to any keep state
# general “pass out” rules for external interfaces
pass out on $ext_if1 proto tcp from any to any flags S/SA modulate state
pass out on $ext_if1 proto { udp, icmp } from any to any keep state
pass out on $ext_if2 proto tcp from any to any flags S/SA modulate state
pass out on $ext_if2 proto { udp, icmp } from any to any keep state

j. Aktifkan script yang diperlukan di /etc/rc.local agar setiap reboot langsung bekerja.

ifconfig rl0 up
ifconfig rl1 up
# aktifkan speedy
ppp -ddial pppoe0
ppp -ddial pppoe1

PF akan langsung bekerja membaca /etc/pf.conf.
Jika harus me-restart koneksi DSL Speedy, pastikan pppoe dimatikan dulu

# pkill ppp

Jika tidak, maka ppp akan membuat tunneling baru menjadi tun2, tun3 dan seterusnya.

4. DHCP Server
Karena ga mau repot setting client aku juga disuruh pake DHCP untuk koneksi dari client.
Aktifkan service DHCP
#nano -w /etc/rc.local
ubah dhcpd_flags=NO menjadi dhcpd_flags=””

Menentukan interface yang akan digunakan
#nano -w /etc/dhcpd.interfaces
rl2 #interface LAN

Konfigurasi DHCP
rubah sesuai dengan keperluan
#nano -w /etc/dhcpd.conf
option domain-name “gw.sky.net”
option domain-name-servers 203.xxx.xxx.xxx, 203.xxx.xxx.xxx; #diisi dengan DNS
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0
{
option routers 192.168.1.100; # gateway komputer client
range 192.168.1.1 192.168.1.64; #range ip yang digunakan client
}

keluar, save, reboot…………

Untuk setting load balance dan DHCP selesai. Untuk proxy sesuaikan dengan kebutuhan. Tinggal tambahkan redirector pada pf.conf ke port dan ip squid (tentunya jika kita menggunakan squid proxy, kalo tidak ga perlu).
Tambahkan rule berikut pada pf.conf , letakkan setelah rule nat.

rdr on $int_if proto tcp from any to any port 80 -> 192.168.1.100 port 3128

untuk mengecek pf gunakan command
pfctl -f /etc/pfctl #merestart
pfctl -sq #mengecek
pfctl -vvsq #monitoring
pfctl -sn #cek rule

foto berita artikel

Berita heboh masih berkisar soal worm Conficker, yang ternyata trik dan kepintarannya telah diadopsi oleh worm ‘tua’ empat tahun lalu, VX, untuk mengeksploitasi kelemahannya dengan menggunakan superworm Conficker atau Downadup atau Kido tersebut. Worm Neeris, yang kembali di Mei 2005, juga dapat menyebarkan dirinya menggunakan kelemahan system Microsoft, yakni MS08-067, yang juga digunakan oleh Conficker. Bahkan, varian Neeris versi lama juga menggunakan kelemahan komponen Microsoft MS06-040, sama juga seperti yang dimaanfaatkan Conficker.

Sementara itu, menurut Microsoft, Jumat (03/4), worm Neeris juga meng-copy trik lain dari tool-box Conficker. Worm Neeris yang baru menambah varian social engineering autoplay “Open folder to view files”, yang juga digunakan oleh Conficker. Namun, di antara kesamaan Conficker dan Neeris, kedua worm tersebut dikerjakan oleh dua penulis malware yang berbeda, atau mungkin bisa berkolaborasi satu dan yang lainnya, atau satu menginspirasi lainnya.

“Worm Neeris varian baru ini telah muncul kembali di akhir Maret dan hingga 1 April. Namun, worm tersebut tidak di-download oleh varian Conficker dan belum ada bukti apakah worm Neeris berkaitan dengan aktivasi algoritma Conficker 1 April lalu atau tidak.” kata pihak Microsoft.(h_n)

source:beritanet.com

Selain sebagai administrator terkadang aku juga “diperbantukan” untuk menjadi technicall support, ternyata untuk menjadi technicall support ini ngga lah se gampang yang orang kira, selain butuh pengetahuan perangkat komputer, kita juga butuh mental baja, untuk menghadapi orang orang yang terkadang menyulitkan, selain itu kita tidak bisa kerja 1 per satu, selalu saja ada intrupsi nya, jadi butuh kesabaran yang tinggi untuk menjadi seorang IT Helpdesk atau IT Technical Support. disini aku akan menyimpulkan bagaimana menjadi seorang technical support yang handal, dan terkadang aku juga ngga tahan emosinya, tapi ada beberapa tips yang patut diketahui dan ada juga beberapa situasi yang paling ngga kita sukai dalam bidang profesi seperti ini, mungkin hal ini bisa terjadi karena peraturan mengenai IT Technicall support itu sendiri yang belum jelas… oke, dimulai dari contoh seorang technical support yang baik diantaranya adalah:


Contoh baiknya

  • Update, dan Implementasikan, maksudnya adalah kemampuan menggunakan pengetahuan pada situasi baru, IT itu selalu berkembang, dan kita juga ngga bisa tinggal diam, seorang IT technical support harus selalu mengembangkan dirinya terhadap hal hal yang baru, metode metode yang baru, sistem yang baru, walaupun di dalam infrastruktur IT kita kita belum memiliki sistem tersebut, jawabanya adalah “Virtualisasi”.dengan kemampuan ini disertai dengan kemampuan berfikir yang logis dan praktis akan membentuk kemampuan seorang troubleshooter yang handal sehingga kemampuan dengan mengadaptasi suatu pengetahuan pada situasi yang baru akan sangat penting dan baik untuk seorang support
  • Disiplin Pribadi, segala sesuatu yang harus dikerjakan oleh seorang IT technical support seharusnya terjadwal dan tertata dengan baik. menjadi support yang berdisiplin mempengaruhi beberapa aspek, misalnya dengan membuat daftar jadwal, deadline, meeting, dengan membuat prioritas deadline ini maka support menunjukan rasa hormat terhadap waktu user
  • Menghormati Semua User, Angota tim, dan atasan, meski tidak dibalas, hal ini merupakan bagian yang cukup sulit, terkadang kalau kita selesai membantu orang kita pasti berharap, ya , setidaknya tersenyum dan say “thanks!”, bagaimana kalau dia tetep jutek ?, ingat bukan itu inti dari semua ini karna, yang paling penting adalah persepsi user terhadap masalah dan itulah yang harus di jawab oleh seorang support. menunjukan rasa hormat merupakan sebuah pernghargaan atas nilai pengetahuan seseorang.kenapa hal ini penting untuk seorang support karena jika user tidak percaya bahwa kita tidak dapat menangani masalah dengan baik maka kita akan mengalami kesulitan komunikasi.
  • Kemampuan dan Mau Berkomunikasi, hal ini juga sangat baik untuk kita pada saat kita mengidentifikasikan masalah yang ada oleh user, kita harus memiliki social engineering yang baik dengan jadi pendengar yang baik dan ramah, user akan lebih senang menceritakan masalahnya karna seorang support adalah jembatan antara user dan support dan support juga di kenal di semua kalangan organisasi, maka dari itu support harus dapat menerjemahkan antara bahasa teknis dan bahasa sehari hari sehingga user dengan mudah mencerna penjelasan seorang support, support harus belajar mendengarkan user, melihat realitas masalah, menerjemahkan deskripsi mereka kedalam bahasa teknis dan memperbaiki segaligus menjelaskan solusi masalah yang dialami agar bisa di mengerti user
  • Kemampuan Berfikir Logis dan Kreatif, hal ini sangat penting untuk diperhatikan bagi seorang technical support karna setiap penjelasan memiliki jawaban teknis yang logis yang harus dijelaskan ke user dengan semudah mungkin untuk dipahami ketika user bertanya. support harus memiliki teknologi yang konsisten dan pola berfikir yang logis dalam menyelesaikan masalah, sehingga dengan begini walaupun support menemui masalah baru namun kemungkinan besar ia dapat memecahkan masalahnya, atau setidaknya ia mengetahui mekanisme masalah yang dialamainya.
  • Sikap Rendah Hati, ini juga penting, karna jika kita merasa aji mumpung kita yang paling jago soal IT kita bisa semena mena, kalau kita berfikir orang lain tidak bisa bekerja tampa kita, hal itu sudah salah besar, karna itu akan mencerminkan bahwa IT technical support adalah pusat degradasinya performance kerja, karna yang harus kita lakukan hanyalah agar kita tidak sombong terhadap user, dan menghargai penjelasan user dalam prosesnya support harus siap untuk membaca manual, menerima koreksi dari yang lain menanyakan solusi kepada kolega atau bahkan menekan f1 untuk help, untuk mewujudkan hal itu semua dibutuhkan sikap yang rendah hati.
  • Belajar dari Pengalaman dan Pelatihan, yup, jangan takut sama hal ini, intinya sih belajar,coba,rusakin :Dsupport harus selalu mengupdate pengetahuanya di bidang nya, karena karakteristik teknologi tidak pernah berhenti terhadap waktu dan akan terus berkembang, dan jika seorang support ingin tetap produktif maka ia harus selalu mengupdate pengetahuanya
  • Cara Kerja yang Terperinci, yaitu dengan memperhatikan hal hal kecil yang ada di komputer, dan kita diharuskan mengetahui seluruh sistem dan cara kerja komputer, jadi pada saat kita melakukan troubleshoot kita melakukanya dengan step yang baik. dan akan mendapatkan hasil yang cepat dan analisis yang tepat dengan memberi perhatian pada hal kecil yang ada di komputer adalah hal yang penting bagi seorang support sehingga dengan membebaskan masalah user sementara kita dapat memecahkan persoalan yang masih harus dihadapi
  • Dedikasi dan Komitmen Menyelesaikan Masalah, jangan pernah menyerah, karna kita harus mencari permasalahan sampai ke akar2 nya dan menyelesaikanya. seorang support harus memiliki komitmen untuk melihat masalah sampai ke penyelesaianya dimana seperti yang kita ketahui kepuasan user terletak dari keberhasilan kita menjawab permasalahnya untuk kembali bekerja
  • Dapat Menentukan Prioritas, dengan mempelajari sistem kerja yang ada di perusahaan kita dapat menentukan prioritas siapa yang lebih di dahulukan ? kalau aku sih yang lebih di dahulukan adalah “Staff” daripada “Boss” karna bos tinggal nyuruh staff untuk kerja. support harus mengetahui peran masing masing karyawan dalam organisasi sehingga jabatan / fungsi kerja dari karyawan yang meminta bantuan akan menjadi faktor utama dalam memberi prioritas tugas
  • Berbagi Pengetahuan dengan Anggota Tim, Atasan, dan, User, dengan cara mengajari user dengan bahasa yang lebih mudah aspek pengetahuan khusus dari kemampuan komunikasi support adalah mau berbagi pengetahuan, selain itu support juga harus mau mengedukasi user,melatih user, supaya menggunakan aplikasi dan periferal secara efektif dan mengajari mereka bagaimana cara melaporkan masalah komputer secara akurat.
  • Minat akan Teknologi, slalu ter update mengenai bidangnya ya dengan langganan majalah komputer ( minta bayarin kantor ) support juga harus memiliki minat yang tinggi atas perjalanan teknologi hal ini akan berpengaruh saat organisasi berada dalam tahap pembaruan, sehingga support akan mempengaruhi sikap user dalam pembaharuan dan penggunaan teknologi terbaru ini


Contoh sikap buruk seorang IT Technical support

  • Melakukan Komunikasi yang tidak sepantasnya, (misalnya he he, mau bantu masalah user tapi muka cemberut ? ) kalau misalnya kita disuruh memasang cartridge printer, tentu kita akan memasang cartridge itu, namun jika kita memasang cartridge itu dengan muka yang cemberut, dan resah, dan berfikir apakah kita menghabiskan kuliah 4 tahun untuk memasang cartridge ? itu semua salah…kenapa tidak jadikan saja kesempatan untuk mengedukasi user
  • Pamer, dengan menggunakan bahasa yang tidak benar akan terkesan pamer di mata user, seperti bersihkan cache windows dan hapus objek network, ini mungkin banyak user yang tidak memahami arti ini, sehingga dimaata kita itu adalah benar, dan user akan terlihat bodoh dan menilai kita pamer seolah olah kita adalah superior dalam hal itu. lebih baik berikan instruksi klik by klik
  • Hilang kesabaran, (aku masih payah di areal sini nih), terkadang ada beberapa user yang buta terhadap komputer dan pengoprasianya, dan membuat kita kehabisan kesabaran. karna beberapa masalah kecil dari user yang tidak dapat menggunakan komputernya.
  • Kasar, walaupun itu adalah masalah spele, sebaiknya berikan kenyamanan untuk user dengan baik, sehingga memungkinkan user akan membuka komunikasinya dengan lebih terbuka kepada kita, mengenai komputer dan masalah yang dialaminya
  • Tidak memberi informasi, segala hal hal yang baru dan berubah dalam lingkungan komputer sebaiknya di beritakan informasinya, walaupun user tidak mengerti
  • Kurang dokumentasi,tidak memberikan instruksi yang konsisten adalah langkah buruk bagi seorang it support, sebaiknya kita membuatkan sebuah prosedur dalam hal tertentu langkah demi langkah, sehingga user dan kita tidak repot dengan proses dan komunikasinya
  • Berbohong, nih parah nih mah
  • Kebanyakan Memberi informasi, Nah ini jg ngga perlu, ga harus ngalor ngidul juga kan ?
  • Tidak memberi pelatihan, nah ini jeleknya, kalau mau bantu, ingat, sambil beri pelatihan, bisa dengan cara user di instruksikan, atau user melihat apa yang kita kerjakan, itu lebih baik
  • Gagal mendengar, ini dah kaco kalau gini

Keluhan user

hal hal yang paling sering di keluhkan user adalah beberapa hal berikut ini :

  • aplikasi hardware ga jalan, yup terkadang ini cukup menyebalkan kalau kita gagal memasang hardware baru untuk user.
  • jaringan lambat ( lumayan sering ), ini tips yang sering aku lakukan di kantorku:

· Cek Antivirus Update

· Msconfig dan matikan program yang tidak perlu

· Scan Running Program dan matikan

· Restart ke save mode

· Scan Spyware

  • sering harus merubah password
  • layar monitor terkunci
  • bukan sebagai administrator komputer sendiri, kadang kalau user tau, dia jadi ngga bisa install aplikasi keinginan dia, dan itu menghambat dia
  • spam filtering, terkadang ada user yang ngga mau di filter filter, dan dia gemar sekali buka situs porno
  • akses web dibatasi, hmmm, gimana dengan ini ?
  • tidak boleh menggunakan pc untuk urusan pribadi
  • IT tidak responsif, bisa jadi karna terlalu banyak antrian, atau kita yang malas
  • IT arogan ( hehe )

Beberapa contoh keadaan yang tidak mengenak kan oleh seorang IT technicall support

  • Disuruh memperbaiki dokumen word yang berantakan
  • Disuruh membuat dokumen yang ngga lazim
  • hey ? kemana toolbar ku ?
  • memarahi IT TS, karna spyware kyg minta dikukakan akses portnya.
  • tidak mau menceritakan kenapa komputernya begini hanya mengatakan “ah ngga tau tiba tiba begini”
  • menelfon dan membentak bentak ketika komputernya kena virus
  • menelfon dengan nada keras ketika icon program di desktop nya ilang
  • dll….

Sebagian Material diambil dari majalah PC Media,

kalau ada yang mau bagi pengalaman ? ceritakan aja…..

Source : http://www.myraffaell.com/blog/seorang-technical-support/

Default IP: 192.168.2.1

Default password: smcadmin

Setting Bridge

1. Klik WAN

2. Klik ATM PVC

3. Klik VC1

4. Protocol: 1483 Bridging, VLAN: Default, VPI/VCI: 8/81, Encapsulation: LLC, Qos Class: UBR, PCR/SCR/MBS: 4000/4000/10

5. Klik Save Settings

Setting PPPoE

1. Klik WAN

2. Klik ATM PVC

3. Klik VC1

4. Protocol: PPPoE, VPI/VCI: 8/81, Encapsulation: LLC, QoS Class: UBR, PCR/SCR/MBS: 4000/4000/10, IP assigned by ISP: Yes, IP Address: 0.0.0.0, Subnet Mask: 0.0.0.0, Connect Type: Always Connected, Idle Time (Minute): 5, Username: (nmrspeedy@telkom.net), Password: (password speedy), Confirm Password: (ulangi password), MTU: 1492

5. Save Settings

AR1031

Default ip: 192.168.1.1

Default username : admin

Default password : admin

Setting Bridge

1. Pilih Advanced Setup

2. Pilih WAN

3. Klik Edit

4. ATM PVC Configuration, VPI=8; VCI=81, Service Category: UBR Without PCR, Next

5. Connection Type Bridging, Encapsulation Mode LLC/SNAP-BRIDGING, Next

6. Centang Enable Bridge Service, Service Name: Speedy, Next

7. WAN Setup – Summary, Save

8. Save/Reboot

Setting PPPoE

1. Pilih Advanced Setup

2. Pilih WAN

3. Klik Edit

4. ATM PVC Configuration, VPI=8; VCI=81, Service Category: UBR Without PCR, Next

5. Connection Type PPP over Ethernet (PPPoE), Encapsulation Mode LLC/SNAP-BRIDGING, Next

6. Masukkan PPP Username: (nmrspeedy@telkom.net); PPP Password: (password speedy); PPPoE Service Name: Speedy, Next

7. Centang Enable WAN Service, Service Name: Speedy, Next

8. WAN Setup – Summary, Save

9. Save/Reboot

P-660R

Default IP: 192.168.1.1
Default username : admin
Default password : 1234

Setting Bridge
1. Pilih Network
2. Pilih WAN
3. Mode: Bridge, Encapsulation: RFC 1483, Multiplexing: LLC, VPI: 8, VCI: 81, Apply
4. Pilih Maintenance
5. Pilih Tools
6. Restart

Setting PPPoE
1. Pilih Network
2. Pilih WAN
3. Mode: Routing, Encapsulation: PPPoE, Username: (nmrspeedy@telkom.net), Password: (password speedy), Service Name: Speedy, Multiplexing: LLC, VPI: 8, VCI: 81, IP Address: Obtain an IP Address Automatically, Connection: Nailed-Up Connnection, Apply
4. Pilih Maintenance
5. Pilih Tools
6. Restart

Identifikasi awal

1. Untuk mengetahui brand switch di sentral yang digunakan oleh anda dapat diidentifikasi dengan no pelanggan/akun pada bit ke 7 dari depan :

0 (Siemens)

1 (Alcatel)

2 (Huawei)

2. Untuk mengetahui lokasi area anda, dapat diidentifikasi dengan no pelanggan/akun pada bit ke 4 dari depan :

1 Jakarta Timur

2 Jakarta Selatan

3 Jakarta Bogor

4 Tangerang

5 Jakarta Utara

6 Jakarta Pusat

7 Jakarta Barat

8 Bekasi

Berikut beberapa macam jenis keluhan layanan Speedy Corporate, yaitu :

1. Internet Putus atau Internet Lambat, jika terjadi hal ini mohon pelanggan browse dan ping ke situs-situs berikut, kemudian yang hasilnya not ok, capture dan kirimkan hasilnya melalui e-mail ke c4@telkom.co.id atau input keluhan di menu keluhan web C4 : www.c4.telkom.co.id agar segera ditindak lanjuti oleh petugas kami

Browse ke situs lokal : ke www.plasa.com ok/not ok

ke www.detik.com ok/not ok

Browse ke situs luar : ke  www.yahoo.com ok /not ok

ke www.network-tools.com ok/not ok

Ping ke situs lokal : ke www.plasa.com ok/not ok

ke www.detik.com ok/not ok

Ping ke situs luar :  ke  www.yahoo.com ok /not ok

ke www.network-tools.com ok/not ok

2. Mail / SMTP Relay,

Jika terjadi tidak dapat kirim/terima e-mail mohon pelanggan mengecek domain e-mail dan account e-mail kemudian mencoba untuk kirim/terima e-mail ke/dari :

www.plasa.com ok /not ok

www.yahoo.com ok /not ok

jika not ok, captured warning/error message, domain e-mail dan account e-mail yang digunakan dan kirimkan hasilnya ke c4@telkom.co.id atau input keluhan di menu keluhan web C4 : www.c4.telkom.co.id agar segera ditindak lanjuti oleh petugas kami.

3. Game online / Ragnarok

Koneksi ke game  :     ping ke server ok /not ok

trace ke server ok /not ok

Setelah ping dan trace ke server dan hasilnya not ok, hasil captured, server game address dan server game port yang digunakan kirimkan ke c4@telkom.co.id atau input keluhan di menu keluhan web C4 : www.c4.telkom.co.id agar segera ditindak lanjuti oleh petugas kami.

4. Cek Backbone Internet (Optional)

Untuk mengetahui kondisi backbone internet anda dapat melakukan ping/trace seperti dibawah ini,

BB Siemens :  ping/trace 203.130.231.249 dari user ok /not ok

ping/trace 203.130.231.249 dari luar ok /not ok

ping/trace 203.130.231.250 dari user ok /not ok

ping/trace 203.130.231.250 dari luar ok /not ok

BB Alcatel :  ping/trace 203.130.231.253 dari user ok /not ok

ping/trace 203.130.231.253 dari luar  ok /not ok

ping/trace 203.130.231.254 dari user ok /not ok

ping/trace 203.130.231.254 dari luar ok /not ok

source : harrychanputra.web.id

Virus ‘Conficker.DV’ menggunakan metode penyebaran yang berbeda dari pendahulunya. Dengan canggihnya, virus tersebut berusaha mengakses jaringan menggunakan celah windows ‘Default Share’ (ADMIN$\system32) dengan menebak password administrator.

Selain itu ‘Conficker.DV’ juga membuat file pada media removable seperti flashdisk, harddisk dan card reader dengan menyimpan file hidden pada root drive.

Sementara aksi yang sama seperti pendahulunya, yaitu berusaha mengexploitasi MS08-067 atau celah keamanan Windows, Windows Server Service atau SVCHOST.exe. Banyak user yang terinfeksi dikarenakan tidak mengaktifkan fitur Automatic Updates dan tidak melakukan patch windows MS08-067.

Jika sudah begini, simak 7 langkah singkat analis virus dari Vaksincom Adi Saputra untuk membasmi virus ‘Conficker.DV’ yang diterima detikINET, Rabu (28/1/2009):

1. Putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan/internet.
2. Matikan system restore (Windows XP/Vista).
3. Matikan proses virus yang aktif pada services. Gunakan removal tool dari Norman untuk membersihkan virus yang aktif. Jika belum memiliki, bisa didownload di situs norman.
4. Delete service svchost.exe gadungan yang ditanamkan virus pada registry. Anda dapat mencari secara manual pada registry.
5. Hapus Schedule Task yang dibuat oleh virus. (C:\WINDOWS\Tasks)
6. Hapus string registry yang dibuat oleh virus. Untuk mempermudah dapat menggunakan script registry di bawah ini:

[Version]
Signature=”$Chicago$”
Provider=Vaksincom Oyee

[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del

[UnhookRegKey]
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced,
Hidden, 0×00000001,1
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced,
SuperHidden, 0×00000001,1
HKLM,
SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\Hidden\SHOWALL,
CheckedValue, 0×00000001,1
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\BITS, Start, 0×00000002,2
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\ERSvc, Start, 0×00000002,2
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\wscsvc, Start, 0×00000002,2
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\wuauserv, Start, 0×00000002,2

[del]
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Applets, dl
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Applets, ds
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Applets, dl
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Applets, ds
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters, TcpNumConnections

Gunakan notepad, kemudian simpan dengan nama ‘repair.inf’, lalu ‘Save As Type’ menjadi ‘All Files’ agar tidak terjadi kesalahan. Jalankan repair.inf dengan klik kanan, kemudian pilih install.

Sementara untuk file yang aktif pada startup, Anda dapat mendisable melalui ‘msconfig’ atau dapat mendelete secara manual pada string: ‘HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run’

7. Untuk pembersihan virus W32/Conficker.DV secara optimal dan mencegah infeksi ulang, sebaiknya menggunakan antivirus yang terupdate dan mampu mendeteksi virus ini dengan baik dan patch komputer Anda dengan patch resmi dari Microsoft guna mencegah infeksi ulang.

source: http://blog.nazmi.web.id