Archive for January 9th, 2009

Jika Anda merasa gaptek soal komputer, jangan kuatir. Bukan Anda saja
yangmerasa demikian. Jim Cartlon, seorang jurnalis Wall Street Journal,
baru-baru ini mengumpulkan keluhan dari para konsumen komputer Amerika.
Dan ternyata keluhan mereka jauh lebih “idiot” daripada yang kita kira.
Berikut petikan keluhan2 konsumen itu :

1. Compaq pernah mempertimbangkan untuk mengubah perintah “Press ANY
Key” menjadi “Press ENTER Key” dikarenakan banyaknya telefon yang
menanyakan letak tombol “ANY” di keyboard.

2. AST Technical Support menerima laporan konsumen karena kesulitan
menggunakan mouse. Saat Techinal Support berkunjung, mereka menemukan
mouse tersebut tidak bisa digunakan… karena masih terbungkus rapi di
dalam plastiknya. Penggunanya (seorang wanita) punya phobia (ketakutan)
pada mouse (tikus) sehingga tidak berani mengeluarkannya dari dalam
plastik.

3. Di tahun 1980-an, ketika disket masih berukuran besar, Teknisi Compaq
pernah menerima keluhan seorang konsumen yang disketnya tidak terbaca
oleh drive-disk komputer. Setelah diselidiki, ternyata konsumen itu
sebelumnya memasukkan disket ke dalam mesin tik dan mengetikkan label
yang tertempel di disket itu.

4. Sebuah keluhan lain dari konsumen AST yang mengatakan disket mereka
terkena virus yang sulit dibersihkan. Petugas AST meminta orang itu
mengirimkan kopi disket yang terinfeksi itu untuk dipelajari. Beberapa
hari kemudian, petugas AST menerima foto kopi disket dari konsumen
tersebut.

5. Seorang konsumen DELL mengeluhkan kalau dia tidak dapat mengirimkan
fax via komputer. Setelah diarahkan selama 40 menit lewat telepon,
petugas DELL menemukan kalau konsumen itu mencoba mengefax via komputer
dengan cara menempelkan kertas yang akan di fax di depan monitor.

6. Seorang konsumen DELL lain mengeluh karena keyboard yang digunakannya
sudah tidak bisa berfungsi sejak dibersihkan. Ketika ditanya caranya
membersihkan keyboard, dia menjelaskan, “Saya mencuci dan menggosok
semua bagian keyboard dengan sabun, lalu membilasnya dengan air, dan
menjemurnya.”

7. Seorang konsumen DELL marah besar karena tidak bisa menyalakan
komputer yang baru dibelinya. “Semua sudah terpasang dengan baik. Tapi
setiap kali saya tekan pedal kaki , tidak terjadi apa-apa.” Setelah
diselidiki ternyata “pedal kaki” yang dimaksud orang itu adalah : mouse.

8. Seorang lagi konsumen DELL marah besar karena komputer barunya tidak
nyala. Dia menjelaskan semua sudah terpasang dengan benar, dan ketika
dia menunggu selama 20 menit, tidak terjadi apa-apa pada komputernya.
Ketika teknisi DELL menanyakan apakah “power switch” sudah dinyalakan,
dia balik bertanya, “Power switch apa?”

9. Berikut adalah tanya-jawab antara petugas Novell NetWire dengan
seorang konsumen :

Penelepon : Hallo, dengan Tech Support?
Novell : Ya, bisa dibantu?
Penelepon : Tatakan gelas di PC saya patah. Apa mungkin saya bisa
menggantinya?
Novell : Tatakan gelas ? Apakah itu hadiah saat Anda membeli komputer?
Penelepon : Tidak. Tatakan gelas ini sudah ada di komputer saya. Dan
ketika saya meletakkan gelas saya di atasnya, tatakan itu patah. Yang
saya ketahui, di bagian depan tatakan itu ada tulisan “CD-ROM, 16X”.

(Saat itu juga, petugas Novell langsung mematikan telepon dan tertawa
terpingkal-pingkal. ..)

Smile & Laugh…!!!! ^_^

sumber:wullynice.blogspot.com

Dalam sebuah menejemen bandwidth ada 2 Prinsip yang menjadi dasar.
Pertama adalah bagaimana memaksimalkan penggunaan bandwidth yang dimiliki, misalkan mempunyai bandwidth 128Kbit, maka bagaimana dengan bandwidth 128Kb dapat digunakan secara maksimal dengan penggunaan banyak user maupun beberapa user, siang hari atau malam hari. dalam hal ini biasa digunakan pada sisi client misalkan kampus, warnet, MPG, corporate atau pelanggan rumah.

Kedua adalah bagaimana memberikan jaminan bandwidth yang sesuai dengan yang ditetapkan. misalkan bandwidth 128Kbit maka harus benar-benar 128Kbit boleh lebih tapi tidak boleh kurang, atau yang disebut dengan QoS (Quality of Service). dalam hal ini banyak di terapkan oleh provider.

Dalam menejemen bandwidth seperti kebutuhan di atas, ada beberapa teknik yang bisa di terapkan diantaranya adalah :
ALTQ (Alternate Queueing) dan CBQ (Class Base Queue) dengan cara seperti ini akan sangat cocok bila di terapkan pada sisi client, dimana client mempunya beberapa network/service yang masing-masing network/service mempunyai garansi bandwidth tapi memungkinkan untuk meminjam bandwidth network/service lain bila bandwidth network/service tersebut tidak terpakai atau idle.

ALTQ (Alternate Queueing) dan HFSC (Hierarchical Fair Service Curve) dengan cara seperti sebuah network/service akan di garansi dengan sebuah bandwidth dengan mendifinisikan realtime dan option lainnya seperti upperlimit dan linkshare. HFSC akan sangat cocok di terapkan pada sebuah provider agar menjamin bandwidth yang mengalir ke client benar-benar sesuai dengan besarnya bandwidth pelanggan.
disamping kedua teknik di atas dapat ditambah kan options-options sebagai berikut:

RED (Random Early Detection), RIO (RED In Out), dan PRIQ (Prioritas). Prioritas akan mempunyai nilai 1-7 dimana 1 adalah prioritas terbesar. dengan opsi PRIQ seorang admin dapat dengan mudah mendahulukan sebuah network/service untuk memperoleh bandwidth.
ada beberapa hal yang harus di perhatikan jika menggunakan ALTQ:

1. PF dan ALTQ sudah terintegrasi dengan kernel FreeBSD 5.3 ke atas, untuk shapping masing-masing versi FreeBSD mempunyai sedikit perbedaan script, tapi untuk logging, blocking, forwarding, translating dan passing relatif sama.
2. Interface yang hadap internet dianggap upstream dan interface yang hadap client dianggap downstream (FreeBSD 5.x) pada FreeBSD 6.x dan FreeBSD 7.x ada sedikit perbedaan.
3. Beri options quick.
4. Mesin limiter harus fungsi routing bukan translating.
5. Beri nilai default minimal, 8Kbit
6. Mendifinisikan variable akan lebih memudahkan editing dan perubahan struktur scripts.
7. Urutan file pf adalah variable, options, ALTQ, Translating, Forwarding, Blocking dan Passing. (tidak boleh terbalik)
8. Beri queue limit lebih panjang, default bernilai 50
9. Agar memudahkan editing, penulisan script dibuat grouping atau bertingkat.
10. Gunakan Interface yang mempunyai buffer yang besar seperti Intel (fxp).
11. Atau menambah buffer interface dengan merubah nilai default buffer sebuah interface, (sysctl -w kern.ipc.maxsockbuf=(integer).
12. Cek scripts sebelum loading file (pfctl -nf /etc/pf.conf)
13. jangan lupa “dipantau”.

sumber:wetasem.blogspot.com