Archive for January 6th, 2009

Bagai mana cara menjadi technicall support yang handal, dalam sebuah perusahaan yang
berskala menengah ke bawah ?
Seperti yang kita tahu, perusahaan skala menengah minim akan budget IT, namun banyak
juga perusahaan besar yang tidak menerapkan Infrastruktur IT nya dengan baik, sebagai
teknikal support mungkin kira slalu merasa bingung, tidak ada masa depan, seperti

tukang servis, dan kalimat lainya yang membuat kita jadi tidak bersemangat untuk
bekerja dan berkarir melalui jalur tersebut.

Jika sekarang dalam situasinya kita menjadi seorang support onsite, pada sebuah
perusahaan, sanggupkah kita menjawab semua ini:
sanggup kah kita menghandle 100PC lebih ?
sanggpukah kita memaintain keseluruhanya ?
sanggupkah kita memaintain server dan aplikasinya ?
jika kita bekerja sendiri atau maksimal 2 orang ?

kalau saya yang di berikan pernyataan seperti itu, saya akan bilang sanggup, karena saya
mengikuti model infrastruktur IT seperti yang ada di bawah ini, dengan model ini
diharapkan seorang teknikal support akan lepas dari rutinitas nya, dan bisa lebih ber
eksplorasi untuk memajukan sistem IT perusahaan, tampa harus terikat dengan rutinitas,
dan meluangkan banyak waktu.

12 hal yang harus kita perhatikan adalah

1. Sentralisasi Aplikasi

Beberapa hal yang patut kita perhatikan untuk membuat sentralisasi aplikasi ini
maksudnya adalah untuk memudahkan client pc memanfaatkan sumber daya secara
bersama sama misalnya saja
antivirus server

Membuat antivirus menjadi tersentral sangatlah baik untuk menghemat koneksi internet,
sehingga, masing masing client pc tidak perlu mengupdate antivirus / antispywarenya
langsung ke internet, cukup melalui server saja, walaupun begitu kita tidak harus
membeli antivirus server, kita bisa pakai antivirus yang free (spt calmav, avg free, dsb),
hanya saja kita perlu mengetahui skematik cara kerja proses update antivirus, dan kita
bisa membuat batch file yang akan di letakan di schedule task client pc.

pada dasarnya, model kerja proses update antivirus itu mirip mirip, ada yang def nya
terdiri dari 1 file, 1 folder, ada yang beberapa file, ada yang di zip dsb, sehingga intinya
kita hanya perlu mengkopikan definisi tersebut ke client pc, masalahnya kita perlu
mencari tahu file file apa saja yang di update oleh antivirus sewaktu dia sedang
melakukan proses update koneksi ke internet, untuk mencari itu, gunakan software untuk
memonitor file ( ada banyak freeware di google, ketikan saja “file monitor” )
jadi, folder def antivirus itu bisa di share melalui jaringan, dan pc client bisa membuat
map langsung ke folder tersebut, sehingga di pc client jangan lupa untuk memasukan
batch file kedalam schedule task dan atur waktu update client tersebut.

untuk membuat map / tidak, hanya akan mempermudah proses pembuatan batch filenya
saja, sedangkan untuk proses membuat batch file diperlukan kemampuan batch dos
programming (windows) dan shell (dilinux), untuk lebih detail nya bisa merujuk ke
artikel saya sebelumnya tentang batch file.

Print Server
Selain itu, kita bisa membuat shared printer juga di server ini baik itu ke printer langsung
ataupun ke pdf server, kita tinggal install aplikasinya dan share langsung, sehingga ini
akan menghemat biaya untuk membeli print server yang bisa seharja 1jt an
DHCP dan domain controller
atau kalau komputernya memadai kita bisa buat dhcp server dan domain, built in di 1
tempat.

2. Data Center
Untuk menghemat spesifikasi komputer dan menjaga keamanan data, sebaiknya di buat
sebuah data center kecil atau bisa disebut juga dengan NAS ( Network Attach Storage)
bentuk NAS ini ber variasi, ada yang built in, dan ada yang bikin sendiri, kalau mau bikin
sendiri sangatlah mudah, bisa dengan windows ataupun dengan Linux, kalau windows
memberikan kemudahan pengaturan hak akses untuk folder yang langsung terintegrasi
dengan domain controller, begitu juga linux, mungkin kesulitanya terletak pada saat
proses upgrade kita harus meng set mounting drive baru dan membuat samba lagi
kedalam nya.

Untuk membuat NAS ini gunakan saja PC dengan spesifikasi se adanya, dan di sesuaikan
OS nya, kalau pentium 2, bisa pakai LINUX NAS LITE, atau kalau spesifikasinya lebih
memadai dan ada licens windows 2000 bisa pakai Windows saja.

Spec hardware Rekomendasi saya adalah:
Pentium 3 processor 800 – 1ghz
RAM 256 – 512mb
SATA / PATA Controller Card (pci)
Harddisk sebanyak2 nya ( sesuaikan dengan kebutuhan anda )
Ethernet card
Windows 2000
Minimum
Pentium 2
Ram 128
SATA / PATA Controller card (pci)
Harddisk
Ethernet card
Linux NAS LITE

untuk grafis nya, pilih yang ada saja, atau kalau mau mencari di toko, bisa memilih grafis
seken yang paling murah, karna kita tidak membnutuhkan grafis yang memadai disini,
onboard lebih bagus.

sedangkan NAS yang built in sudah mulai banyak dipasarkan, dengan harga yang tidak
begitu mahal, menyediakan berbagai interface USB, LAN, dan bahkan ada yang Sudah
support dengan USB LAN dan FIREWIRE, dan ngga tanggung tanggung, ada juga yang
didalamnya sudah ada disk nya, yang bisa di upgrade.

biasanya untuk NAS box yang built in ini untuk mengkonfigurasinya melalui media web
interface, core engine nya juga berbasis linux kok, biasanya di dalamnya sudah ada ftp
server, web server, folder access management, dll, sebelum membeli cek dulu feature
yang di butuhkan untuk ke depanya, supaya tidak menyesal di kemudian hari
Selain itu, jangan letakan mp3 atau file streaming di dalam NAS ini, karena kinerjanya
akan mengalami penurunan disaat banyak yang men streaming file, dan proses
fragmentasi filenya pun akan cepat meningkat, dan kitapun akan kerepotan nantinya.

dengan menggunakan model seperti ini, ini akan menghemat disk yang ada di pc client,
kalau kita merakit pc client kita bisa pilih disk yang 20Gb (kalau masih ada), karena
untuk data mereka tidak perlu simpan di pc nya, sentral kan saja, akan lebih mudah.
sehingga dengan adanya NAS ini kita bisa:

menyimpan data dan hak aksesnya berdasarkan seseorang, group, dll
Kita bisa meletakan aplikasi portabel untuk troubleshooting pc
Menyimpan kumpulan driver / update dan patch os terbaru
dan kesemuanya itu tersentral

3. Backup Center
Untuk backup center ini secara fungsional kita harus memilikinya, kita boleh gunakan
NAS kita (limit budget) untuk itu atau kita membuat 1 NAS lagi yang isinya Backup
data, Backup ini bisa juga di gunakan untuk membackup NAS yang sudah ada
sebelumnya, maklum saja, kalau NAS nya berbasis Linux, dan di map oleh windows,
pada saat terkena virus ini akan membahayakan data yang ada didalam NAS tersebut, jadi
walau bagaimanapun backup ini sangat berperan penting.

selain itu, data internal client pc pun butuh di backup, semisalnya tidak tertolong lagi dan
harus di reformat, misalnya data outlook, profile, favorite, dsb, jadi kebutuhan backup ini
sangatlah penting untuk kelangsungan kerja ruang lingkup sistem.
jadi dapat disimpulkan fungsi utama dari backup ini adalah:

Untuk membackup image
Image adalah replika sebuah partisi yang di kompress kedalam 1 file, Maksudnya adalah,
buatlah sebuah image dari sebuah komputer yang baru di fresh install, masukan semua
default software yang ada beserta konfigurasi nya, sebagai contoh:

install lah pc baru yang kosong dengan aplikasi berikut
drivers
office
antivirus
antispyware
codec
printer
image viewer
pdf viewer
win-amp
firefox browser + plugin
VNC Server
ip Identify tools

konfiguration file (misalnya, batch file untuk update antivirus, untuk backup data, untuk
map network drive, dan lainya)
lalu, gunakan norton ghost, untuk membuat image pada partisi tersebut, untuk proses
pembuatanya bisa gunakan minipe windows live cd, nah nantinya file image itu dapat
disimpan di dalam backup drive, dan pada saat ada pc yang komputernya tidak tertolong
lagi, kita dapat mengembalikan pc dengan waktu yang sangat cepat tampa harus
menginstall ulang, tentunya untuk memudahkan proses restorasi OS yang sudah rusak
namun untuk itu kita harus membuat ftp server pada backup drive untuk memudahkan
proses transfer file image ke komputer yang akan di restore.

Untuk membackup file file konfigurasi
file file penting user yang akan di reinstall ulang pc nya dapat disimpan disini batch,
library, outlook pst, addressbook, favorite, dll

Untuk memabackup NAS Sebelumnya
walau bagaimanapun data center adalah aset data yang harus di lindungi, karena semua
user datanya tersimpan di dalam data center, sehingga backup NAS itu sendiri pun
diperlukan, jika masing masing NAS (Data center dan Backup) terdapat service ftp di
dalamnya kita bisa menggunakan FTP Synchronizer untuk membackup kedua server
tersebut, atau dengan bacth file hanya dalam hitungan klik

4. Remote System
Remote system akan sangat bermanfaat bagi para teknikal support yang memiliki klien pc
yang agak banyak, ini akan menghindari masalah mondar mandir yang mungkin akan
menjadi keluhan pada it tech support, sehingga untuk itu dengan adanya VNC server kita
tinggal meremote pc client yang bermasalah, tampa harus mengunjungi pc tersebut,
sungguh penghematan energi yang baik.

kita tinggal menerima telepon, mendengar keluhan, dan meminta ip addressnya berapa
(jgn lupa meletakan program untuk menampilkan ip address di systray untuk
memudahkan) dan kita tinggal kirim koneksi vnc ke user dan nanti nya user tersebut akan
menerima popup akses untuk permintaan akses koneksi (hal ini patut di lakukan agar user
merasa aman kalau pc nya tidak di remote secara silent), setelah di terima kita siap
memperbaiki masalah.

untuk beberapa hal yang ridak bisa di remote barulah mau tidak mau kita harus datang ke
onsite nya, untuk melihat masalahnya, misalnya tidak mau boot, blank screen, dan
hardware error

5. Report dan Dokumentasi
Setiap kasus yang / problem, baik atau yang sudah di selesaikan maupun yang belum, kita
harus membuat laporanya, dan tindakanya, hal ini sangat penting untuk atasan kita, kalau
kita kerja dengan baik dan ada laporanya.

selain itu, jika ingin lebih baik lagi, terapkan lah sistem ticketing untuk pekerjaan kita,
sehingga hal ini memudahkan kita untuk membuat laporan laporan masalah dan
kerusakan, namun untuk membuat sistem ini di perlukan web server apache, php dan
mysql, kita bisa menggunakan server kita sebelumnya yang sudah ada untuk aplikasi ini,
karena banyak sekali aplikasi ticketing yang beredar di sourceforge.net yang gratis dan
bisa di gunakan dan di manfaatkan, yang di dalamnya sudah mencakup knowledbase
ticket sistem, user profuile dan lainya, dan aplikasi ini kebanyakan berbasis web.
untuk server nya, secara instan bisa di install lewat windows dengan menggunakan
xaamp atau appserv, begitu juga di linux.

apa kegunaan ticketing ini ? maksud dari ticketing adalah sebuah tiket ( tapi bukan tiket
perjalanan ) yang di dalamnya menjelaskan status mengenai pekerjaan kita, dalam tiket
tersebut terdapat dekripsi masalah yang kita hadapi, status nya bagaimana, pending,
resolve, new, cancel ataupun close, sehingga dengan web base tiketing sistem ini, user
bisa lihat antrian nya, status masalahnya sampai dimana, kapan selsai nya, apa saja yang
akan dikerjakan oleh IT berikutnya, progressnya gimana, sehingga IT tidak akan terkesan
ngga kerja, dan laporan nya pun akan jelas.

jika tidak memungkinkan (atau terlalu rumit untuk dilaksanakan), kita bisa buat ticketing
sendiri, dalam excel misalnya, dan kita bisa letakan di dalam NAS dimana akses nya
untuk user lain hanya bisa Read saja, dan untuk memudahkan user tersebut, letakan saja
shortcut di desktop yang akan mengarah ke NAS untuk melihat status tiket excel kita.

untuk hal hal yang memerlukan persetujuan atasan, misalnya saja penambahan harddisk,
kalau ticket berbasis web sangatlah mudah, kita tinggal mengirimkan status tiket web ke
atasan kita untuk di approve via e-mail, sedangkan jika menggunakan ticketing excel, kita
bisa mengirimkan e-mail dengan memberi links yang langsung mengarah ke ticket yang
harus di approve oleh bos kita, dengan mereply e-mail kita.

sehingga dengan demikian sistem laporan kita akan menjadi bagus dan rapih.
selain tiketing, kita juga harus mendokumentasi,
dokumentasi ini di Indonesia adalah hal yang paling buruk dan banyak orang yang malas
dengan mendokumentasi / men data.

yang harus kita dokumentasi adalah, masalah, jenis jenis masalah, dan cara
menanganinya (kalau sudah di tangani) kita bisa simpan dixcel lagi, atau kalau dengan
menggunakan sistem tiketing sudah ada di dalamnya langsung (jadi kita tidak perlu
mengisi 2x), selain itu kita juga harus mendokumentasi konfigurasi sistem yang ada di
kantor, mulai dari ip address, server, username
tujuanya adalah, jika suatu saat kita tidak ada, ( cuti ) kita tidak akan di ganggu oleh
telpon kantor, selain itu, jika kita men train karyawan baru, anggap lah tidak memadai
skillnya, kita bisa berikan dokumentasi itu padanya untuk di pelajari atau jadi bahan
acuan.

beberapa field standar tiketing excel adalah:
no kasus
IP address
Nama
Problem
Status
Keterangan

sedangkan untuk dokumentasi nya
no dok
Problem
Solve
Keterangan

kita bisa update tiap bulan sebagai laporan hasil kerja kita kepada atasan.
jika lebih kreatif, silahkan di kembangkan di excel dengan lebih baik, jika perlu di ms
access.

6. Software Management
untuk mengatur pc agar seragam kita harus mem pack software software yang kita beli
dengan baik, kita bisa meletakan software software tersebut kedalam data center kita, dan
sebaiknya gunakanlah software yang sudah legal, atau setidaknya usahakan lah untuk
menggunakan software yang free dahulu.

kita harus menentukan software apa apa saja yang akan di butuhkan oleh user standart
misalnya saja
office, 7zip, winamp, avg free, ms framework, ip tools, vnc, firefox, acrobat reader
dsb

sehingga setiap client akan memiliki keseragaman sistem.
dan untuk software yang sudah kita lisensi, simpanlah kedalam bagian report dan
dokumentasi, mengenai register nya, product code nya,dll nya, sehingga data kita akan
menjadi rapih dan teratur.

jika user meminta software tertentu kita bisa install kan lewat VNC
Rekomendasi saya untuk Standar Office software adalah
Windows.
Office
Acrobat reader
antivirus
antispyware
image viewer
codec
VNC server
ip systray tools
YM
Firefox
Set Auto IP (dhcp)
Set Auto Update antivirus dan antispy to server (batch to schedule task)
Set Auto scan interval (batch to schedule task)
Set AutoBackup UserProfile (batch to schedule task)
Set Auto Map Network Drive Printer (batch)
Set Join Domain
Set to print server (batch)
Set to print PDF Server (batch)
that’s it, make as image, and deploy to all pc.

7. Live CD
Terkadang live cd sangat kita butuhkan untuk menangani kasus OS yang bermasalah
misalnya tidak mau boot, sehingga kita harus merestore OS tersebut, atau mengscan
antivirus, atau juga membackup, untuk proses semacam itu kita bisa gunakan linux Live
cd, atau windows live cd.

live cd adalah sebuah cd yang memungkinkan kita untuk merunning OS yang berasal dari
CD, CD tersebut secara fisik akan membuat sebuah ram drive dan menempatkan
sebagian data penting nya kedalam ramdrivenya dan kita bisa merunning OS dari CD
tersebut tampa adanya OS kita, di dalamnya biasanya tedapat banyak utility yang sangat
berguna untuk troubleshooting.

gunakanlah minipe MAS Edition, ataupun Linux Live CD untuk hal ini, akan sangat
membantu kita.

jika komputer client tidak dilengkapi dengan cd rom, kita bisa memindahkan live cd kita
kedalam usb flashdisk 512-1gb dan kita bisa mem boot melalui usb itu (untung untung
motherboardnya bisa boot via usb)

8. Portable Apps Software
ada banyak aplikasi portable yang bisa kita manfaatkan untuk mentroubleshoot masalah,
software portable ini bisa kita simpan di NAS kita, dengan begitu, jika kita harus ke
onsite, dan membutuhkan software khusus kita tidak harus membawa cd program atau
usb yang berisi program, cukup bawa akses portable software tersebut dari jaringan dan
semuanya selesai, beberapa aplikasi portable yang ada seperti contoh

IP-Tools_SFX
Network Scanner
Angry IP scanner
AdapterWatch
xp-AntiSpy
HDDlife portable
Norton Disk Doctor portable
Ultimate MBRGUI
Sysinternals Process Explorer
dst

jika ingin mencari portable software, ketikan saja “portable software” ke google, banyak
sekali aplikasi yang dijadikan software, jika tidak menemukanya, silahkan e-mail ke saya,
saya akan upload kan server saya secara cuma cuma

9. Automation
Untuk menghindari proses yang sama berulang ulang, silahkan buat automatisasinya, hal
ini akan menghindarkan kita dari proses rutinitas yang akan membuat kita bosan dengan
pekerjaan kita yang berulang ulang, misalnya saja
update antivirus,
update anti spy
backup NAS ke Backup Drive
backup data user ke backup drive
memberi folder akses
membuat user baru
setting ip network
auto shutdown pc client
dan hal kecil lainya

semuanya bisa dilakukan secara otomatis melalui batch file windows xp atau shell
scripting di linux, mengenai batch file windows xp, dapat di pelajari di tutorial saya
sebelumnya tentang batch file.

kalau semuanya bisa dilakukan dengan 2x, bayangkan, begitu mudah nya kita mengelola
ruang lingkup sistem komputer kita.

10. Spare Device
Hal ini banyak yang di abaikan banyak perusahaan, tidak mau menyimpan spare device,
kebanyakan perusahaan lebih memilih menunggu device yang rusak dan menunggu
proses order dulu untuk menyelesaikanya, hal ini menyebabkan user kehilangan waktu
kerja dan user akan mengalami kerugian efisiensi kerja, sehingga untuk itu seorang it
technicall support seharusnya menyimpan beberapa spare peralatan untuk mengganti
device yang tiba tiba mengalami kerusakan sehingga akan menghilangkan downtime
kerja user.

beberapa peralatan yang biasanya harus di spare untuk pc client yang rakitan:
Harddisk
RAM
Ethernet card
PowerSupply
dan VGA
dan atur aja untuk jumlahnya masing masing, dan sekali lagi, semuanya terdata dan
terdokumentasi.

11. R&D
Dengan menggunakan Virtual Server
Kira kira itulah yang media yang tepat untuk seorang teknikal support, dengan memiliki
komputer dengan spek yang canggih ( ram, prosesor, dan harddisk yang besar )
memungkinkan kita untuk mengadakan research mengenai kebuthan kebutuhan yang kira
kira nantinya akan di butuhkan untuk masa mendatang, karena walau bagaimanapun,
perusahaan itu sudah seharusnya berkembang, bersamaan dengan berkembanganya
perusahaan berkembang juga infrastruktur IT dari yang sederhana menjadi yang lebih
kompleks lagi.

dengan adanya virtual server, kita bisa melakukan test server, bisa melakukan test
konfigurasi, test software, dan lainya, tampa harus mengganggu infrastruktur yang sudah
kita buat sebelumnya, sehingga pekerjaan kita akan lebih nyaman dan lebih baik, dan
kemampuan kita pun akan selalu ter update karena kita selalu memilki media untuk ber
eksperimen.

walaupun ini hanya eksperimen bukan berarti kita tidak mencantumkanya kedalam
laporan, ini pun harus di buat, sebagai prestasi dari apa yang sudah kita developmen kan
selama ini.

12. Internet gateway
Khusus untuk internet gateway, kita bisa menggunakan router khusus atau server khusus
(bergantung dari koneksi ke luar nya apa), salah satu model internet gateway yang baik
adalah filter lah port yang tidak di gunakan, gunakan saja port port yang sudah di
tentukan, sehingga memudahkan kita untuk mengatur komputer user kita untuk terhindar
dari trojan, spyware, dan program program penyusup lainya, sehingga dengan memfilter
port akan meningkat kan kemanan sistem jaringan di perusahaan kita.
beberapa port yang biasanya di buka adalah

http
https
ssh
YM
pop
smtp
dan port lainya

kita bisa menggunakan linux untuk router, atau kita bisa gunakan windows juga, semua
itu bergantung dari kita, mana yang mudah untuk kita konfigurasi gunakanlah hal itu
Dengan Mengimplementasikan model semacam ini, beban kerja teknikal support akan
lebih ringan, lebih banyak waktu untuk membuat report, lebih banyak waktu untuk
melakukan riset, lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang lebih penting dengan
meng automatisasi rutinitas, semoga membantu.

Artikel ini dirangkum dan disederhanakan dari Model kerangka kerja ITIL ( IT Infrastructure Library ) – (IlmuKomputer)
sumber:yonaldi.wordpress.com

Peluang kerja di bidang perkomputeran masih sangat lebar, namun kuantitas dan kualitas SDM-nya memang perlu di-upgrade.Yakinlah, Sipenmaru, UMPTN atau istilah sekarang SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) bukanlah segalanya. Maka kalau putra-putri, keponakan atau kerabat jauh Anda gagal menembusnya, besarkan hatinya dan katakan, “masih banyak jalan menuju Roma”.

Apalagi kalau jurusan yang mereka minati adalah jurusan teknologi informasi (TI) atau bidang perkomputeran, sebenarnya kesempatannya tetap terbuka lebar. Berbagai universitas kini menawarkan jenjang pendidikan komputer dan siap mengantar mereka ke jenjang profesinya.

Taufik Rahman, contohnya. Kepala Bagian TI di sebuah perusahaan kargo di Jakarta ini dulunya juga termasuk yang gagal lolos ke universitas negeri impiannya.

“Waktu itu saya pikir jadi lulusan akuntansi dari kampus negeri dan beken pasti peluang kerjanya gampang,” tandasnya. Tadinya ia pun tetap ingin memilih akuntansi sebagai jalur pendidikannya, meski di universitas swasta.

Namun, seorang teman kemudian membelokkan perhatiannya pada komputer. “Kebetulan saya juga hobi, maka saya pun memilih jurusan komputer,” tuturnya lagi.

Walau berawal sebagai technical support, namun lapangan kerja TI saat ia lulus memang mulai terbuka lebar. Ia pun merintis karirnya hingga menjadi kepala bagian TI saat ini. Omong-omong soal gaji bagaimana? “Ya, lumayanlah buat saya yang masih muda begini. Demi sesuap nasi dan sebongkah berlian,” guraunya.

Kurang 320.000 Tenaga
Kini, pasar tenaga kerja TI malah terus melebar. Budi Rahardjo, pakar TI yang sekaligus dosen di ITB, memprediksikan kebutuhan tenaga TI masih akan cukup besar.
Teorinya, target ekspor dari dunia TI Indonesia di tahun 2010 adalah US$ 8 miliar. Jika produktivitas seorang pekerja TI dalam satu tahun mencapai rata-rata US$ 25.000. Maka kira-kira tenaga TI yang dibutuhkan tahun 2010 adalah 8 milyar dibagi 25.000, yaitu 320.000 orang.

Sekarang lihat output yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dan training center TI dalam setahunnya. “ITB saja mungkin hanya menghasilkan maksimal 300 pekerja TI per tahunnya. Jadinya dibutuhkan 100 ITB untuk memenuhi target tadi,” papar Budi. Bayangkan!

Ya, itu teorinya. Namun sederhananya, coba Anda perhatikan iklan lowongan kerja yang muncul di surat kabar tiap minggu. Selalu saja ada yang menawarkan posisi untuk bagian TI. Artinya, peluangnya masih lebar tuh.

Apalagi peluang dari luar negeri pun terbuka. “Tidak sedikit tenaga TI Indonesia di perusahaan di luar negeri,” ungkap Budi.

Budi tidak salah, karena hal seperti itulah maka perusahaan seperti Work IT Out lahir. Perusahaan ini cukup aktif untuk menyalurkan TKI bidang TI bekerja ke luar negeri.

Bukan hanya untuk individu, peluang pun terbuka dalam bentuk order outsourcing. Sigma Cipta Caraka, adalah salah satu software house di Bali yang getol meraih order dari perusahaan software besar di luar negeri.

Lebarnya peluang pun tercermin dengan lalu lintas tenaga kerja TI yang terbilang cepat. Seorang rekan yang kini berkarir di sebuah perusahaan di Kalimantan sejak kelulusannya dari sebuah universitas swasta bidang komputer sekitar tahun 1997 lalu, malah hampir tiap tahun berganti kartu nama.

“Cari yang lebih baik. Wajar toh,” tandasnya di suatu kesempatan. Ya, bukan rahasia lagi, kalau banyak perusahaan berani membayar mahal tenaga kerja TI profesional.

Umum Dicari: Technical Support!
Dari pengamatan redaksi, setidaknya ada beberapa bidang posisi TI yang relatif banyak dibutuhkan saat ini. Bidang system, network, desain grafis, dan web desain adalah beberapa di antaranya.

“Yang umum diminta dan selalu diperlukan adalah tenaga Technical Support,” ujar Edi S. Tjahya, managing director JobsDB.com.

“SDM TI yang banyak dibutuhkan sekarang adalah yang bisa belajar dengan cepat, karena perubahan teknologi yang cepat. Selain itu, SDM TI yang menguasai business computing seperti SAP dan Oracle, juga banyak diminta,” tambah Budi.

Untuk bidang komputer grafis pun peluang masih banyak. “Hampir setiap minggu kami selalu mendapat kiriman lowongan dari berbagai perusahaan. Jika industrinya sendiri maju secara pesat, tentu kebutuhan SDM di bidang computer graphic ini sangat luas,” ujar Andi S. Boediman, pemilik dan pengelola Digital Studio, pusat pelatihan web desain dan komputer grafis.

Ijazah, Sertifikasi plus Pengalaman
Itu baru bicara peluang. Masalahnya bagaimana menyiasati peluang tersebut agar menjadi kenyataan. Tak lain jawabnya tentu soal kualitas dari SDM TI itu sendiri.

“Mencari tenaga kerja yang handal dan berpengalaman memang jadi masalah utama,” ujar Budi.

“SDM TI Indonesia juga sulit bersaing karena kemampuannya,” timpal Edi Tjahya.

Buntutnya memang mengarah ke soal lembaga pendidikan. Meski banyak tenaga TI berijazah perguruan tinggi, ternyata banyak perusahaan pun menuntut sertifikasi profesional pada pelamar.

Frans Budiarto, IT manager di PT KIA Indonesia, di Jakarta, berpendapat sertifikasi vendor seperti Cisco, Unix, Linux, atau Microsoft memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan.

“Idealnya, seseorang memiliki keduanya, ijazah dan sertifikasi,” ujar Bambang Wahyudi, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma, di Jakarta, menguatkan.

Lantas yang jadi pertanyaan, apa lulusan perguruan tinggi TI di Indonesia kurang diterima industri? Sebentar, jangan buru-buru sangsi.

Untuk menyiasati hal itu, Universitas Bina Nusantara, di Jakarta, misalnya, berinisiatif menyediakan program sertifikasi internasional bekerja sama dengan Microsoft, Lotus, Cisco, dan sebagainya. Sementara Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Gunadarma, masih puas dengan sertifikasi lokal.

“Tiap mahasiswa diwajibkan mengikuti satu kursus dan satu workshop dengan materi yang sesuai perkembangan IT,” ungkap Asep Juarna, Pembantu Dekan III, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Gunadarma. Kabarnya Gunadarma pun tengah menjajaki peluang untuk sertifikasi internasional.

Namun, ada saja yang merasa kurang. Juliana, mahasiswi Sistem Informasi di salah satu perguruan tinggi itu menyayangkan kurikulum sekolahnya yang lebih mengutamakan teori.

“Pengajarannya tidak spesifik. Pendidikannya seakan hanya untuk dapat gelar saja. Kita hanya tahu teori,” kata mahasiswi semester empat ini. Pihak kampus mestinya sering-sering mengevaluasi diri dari masukan seperti ini.

Yang jelas, berbekal ijazah dan sertifikasi saja tidak cukup. Pengalaman kerja pun jadi modal yang tak kalah utamanya.

“Sangat kurang mahasiswa yang berkesempatan terjun ke ‘lapangan’ yang sebenarnya. Jadinya kebanyakan hanya memiliki knowledge IT, namun pengalaman kosong,” tandas Rama Yurindra, pendiri Rynetdesign.com – sebuah konsultan untuk desain web.

Pendidikan memang soal pelik dan titik idealnya selalu jadi topik yang “relatif”. “Jangan mengambing-hitamkan tempat kuliah, jika pas kita kerja nanti kita kurang siap pakai.

ihat ke diri kita sendiri saja. Saran saya buat para mahasiswa, waktu liburan kosong tuh sebaiknya dimanfaatkan untuk kursus atau training tambahan,” tandas Rama yang ternyata masih mahasiswa itu.

Ya, kuncinya memang pada diri sendiri. Di mana ada kemauan di situ ada jalan. FENNY, YUL | PRAM

PERLUKAH SEKOLAH TI?

Tanpa sekolah pun bisa! Ya, bertebarannya buku-buku pengetahuan TI membuka kesempatan para otodidak bidang komputer.

Banyak contoh sukses sebagai tempat bercermin. “Semuanya tergantung hobi,” kata Steven Haryanto, lulusan Teknik Kimia ITB yang sempat menjadi web developer satunet.com, dan kini adalah kepala editor majalah MWMag.

Steven sendiri sebenarnya memang berminat pada Teknik Informatika, tapi karena sistem penjatahan dari ITB, ia lalu memilih Teknik Kimia. Namanya juga minat, lulus kuliah ia kembali lagi menekuni bidang TI.

Hobi pulalah yang mendorong Benyamin Maengkom, system analyst Gramedia Majalah Online, untuk terjun ke dunia TI. Lulusan Teknik Kimia UI ini telanjur jatuh cinta pada bahasa pemograman Pascal.

“Saya memperlajari Pascal sampai nglotok,” aku pria penggila game yang juga sempat membuat beberapa program game ini.

Yang tidak kalah melenceng adalah kisah karir Wahyudi Guntur, Team Developer (MIS), PT Alfa Retailindo, di Jakarta. Lulus dari jurusan Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Wahyudi kini mengembangkan database berbasis Oracle.

Ia mulai kenal Oracle saat mengikuti training Application Developer Lotus Notes. Wahyu berkomentar, “Kalau suruh ngitung beton pasti sama rumus dan langkahnya, tapi coba kalau develop suatu web, pasti berlainan. Hal itu yang menantang”.

Para tenaga TI itu memang beberapa kasus saja. Kalau Anda sekarang ingin serius berkarir di bidang ini, pendidikan formal tentu tetap penting.

Sumber : Komputer Aktif

1. Konfigurasi Kernel

Ada beberapa opsi konfigurasi yang harus ditambahkan pada kernel agar ipfw dapat digunakan, Opsi yang akan di tambahkan pada file kernel antara lain :

options IPFIREWALL #firewall
options IPFIREWALL_VERBOSE #informasi firewallnya
options IPFILTER #dukungan untuk ipfilter
options IPFILTER_LOG #log ipfilter

#options IPFIREWALL_DEFAULT_TO_ACCEPT

Jika anda menginginkan default firewall menjadi terbuka, tambahkan saja opsi tersebut.

2. Kompilasi kernel

# cd /usr/src/sys/i386/conf; config CONFIG_KERNEL_
# cd ../../compile/CONFIG_KERNEL
# make depend; make

3. Instalasi Kernel

Jika proses diatas selesai tanpa ‘error’ maka perintah terakhir

#make install
#init 6

4. Menggunakan ipfw untuk membuat ACL (access control list)
Secara dasar aturan untuk ipfw sebagai berikut :

ipfw action number [allow|deny] [all|tcp|udp|ip] darimana kemana via apa

Ubah user menjadi root, contoh nya :

#su

Membolehkan localhost untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri :

/sbin/ipfw add 100 pass all from any to any via lo0
/sbin/ipfw add 200 deny all from any to 127.0.0.0/8

Membolehkan localhost untuk berkomunikasi ke siapa saja melalui ethernet

/sbin/ipfw add 300 allow all from IP_ANDA to any

Membolehkan koneksi normal yang sudah terhubung dengan baik

/sbin/ipfw add 350 allow tcp from any to any established

Jika anda menjalankan webserver dan mailserver, anda memerlukan port 80 dan 25 agar dapat

di akses oleh host yang lain.

/sbin/ipfw add 400 allow tcp from any to any 80
/sbin/ipfw add 500 allow tcp from any to any 25

Membolehkan data tipe udp untuk dikirimkan dari nameserver sebagai fungsi DNS :

/sbin/ipfw add 600 allow udp from DNS_SERVER 53 to IP_ANDA

Membolehkan seluruh ICMP kecuali ping :

/sbin/ipfw add 700 deny icmp from any to YOUR_IP_HERE icmptypes 8
/sbin/ipfw add 800 allow icmp from any to any

Jika anda ingin host berjalan dengan tipe firewall terbuka, tambahkan di file /etc/rc.conf

firewall_enable=”YES”
firewall_type=”OPEN”

Semoga Bermanfaat.
sumber:purwakarta.org