Archive for January 2nd, 2009

Ini contoh versi penyempurnaan dari load balancing. Ini menambahkan user sessions yang tetap, contoh : group customer 1 anda dengan ip tertentu menggunakan gateway pertama dan group customer 2 anda dengan ip tertentu menggunakan gateway kedua. Kasus ini memudahkan anda jika anda mempunyai 2 ISP dan ingin menggunakan kedua bandwidth ISP itu secara bersamaan. Mengingat jaringan yang ada seperti ini:

Konfigurasi dari gateway router :

”’/ ip address”’
add address=192.168.0.1/24 network=192.168.0.0 broadcast=192.168.0.255 interface=Local
add address=10.111.0.2/24 network=10.111.0.0 broadcast=10.111.0.255 interface=ether2
add address=10.112.0.2/24 network=10.112.0.0 broadcast=10.112.0.255 interface=ether1

”’/ ip firewall mangle”’
add chain=prerouting src-address-list=odd in-interface=Local action=mark-connection new-connection-mark=odd passthrough=yes
add chain=prerouting src-address-list=odd in-interface=Local action=mark-routing new-routing-mark=odd passthrough=no
add chain=prerouting src-address-list=even in-interface=Local action=mark-connection new-connection-mark=even passthrough=yes
add chain=prerouting src-address-list=even in-interface=Local action=mark-routing new-routing-mark=even passthrough=no
add chain=prerouting in-interface=Local connection-state=new nth=1,1,0 action=mark-connection new-connection-mark=odd passthrough=yes
add chain=prerouting in-interface=Local action=add-src-to-address-list address-list=odd address-list-timeout=1d connection-mark=odd passthrough=yes
add chain=prerouting in-interface=Local connection-mark=odd action=mark-routing new-routing-mark=odd passthrough=no
add chain=prerouting in-interface=Local connection-state=new nth=1,1,1 action=mark-connection new-connection-mark=even passthrough=yes
add chain=prerouting in-interface=Local action=add-src-to-address-list address-list=even address-list-timeout=1d connection-mark=even passthrough=yes
add chain=prerouting in-interface=Local connection-mark=even action=mark-routing new-routing-mark=even passthrough=no

”’/ ip firewall nat”’
add chain=srcnat connection-mark=odd action=src-nat to-addresses=10.111.0.2 to-ports=0-65535
add chain=srcnat connection-mark=even action=src-nat to-addresses=10.112.0.2 to-ports=0-65535

”’/ ip route”’
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.111.0.1 scope=255 target-scope=10 routing-mark=odd
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.112.0.1 scope=255 target-scope=10 routing-mark=even
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.112.0.1 scope=255 target-scope=10

Explanation

Pertama saya coba pisahkan code diatas dan menjelaskan satu per satu.

IP Addresses

/ ip address
add address=192.168.0.1/24 network=192.168.0.0 broadcast=192.168.0.255 interface=Local
add address=10.111.0.2/24 network=10.111.0.0 broadcast=10.111.0.255 interface=ether2
add address=10.112.0.2/24 network=10.112.0.0 broadcast=10.112.0.255 interface=ether1

Router mempunyai 2 interface upstream (WAN/ISP) dengan IP 10.111.0.2/24 dan 10.112.0.2/24. Interface LAN dinamai “Local” dan dengan IP 192.168.0.1/24.

Mangle
/ ip firewall mangle
add chain=prerouting src-address-list=odd in-interface=Local action=mark-connection new-connection-mark=odd passthrough=yes
add chain=prerouting src-address-list=odd in-interface=Local action=mark-routing new-routing-mark=odd

Menandai koneksi (mark connection) dari IP customer group1 yang dimasukan dalam address list “odd” dan membuat routing mark “odd”.

/ ip firewall mangle
add chain=prerouting src-address-list=even in-interface=Local action=mark-connection new-connection-mark=even passthrough=yes
add chain=prerouting src-address-list=even in-interface=Local action=mark-routing new-routing-mark=even

Sama seperti diatas, hanya untuk customer group2 yang ip nya terdaftar dalam address-list “even” yang ditandai. Mark connection dengan nama “even” dan Routing Mark dengan nama “even”

/ ip firewall mangle
add chain=prerouting in-interface=Local connection-state=new nth=1,1,0 action=mark-connection new-connection-mark=odd passthrough=yes
add chain=prerouting in-interface=Local action=add-src-to-address-list address-list=odd address-list-timeout=1d connection-mark=odd passthrough=yes
add chain=prerouting in-interface=Local connection-mark=odd action=mark-routing new-routing-mark=odd passthrough=no

Pertama kita ambil setiap detik paket yang dikenal sebagai new session (koneksi baru, connection-state=new), dan menandai dengan connection mark “odd”. Dengan konsuekensi semua paket yang diurutkan dalam session yang sama akan dimasukan dalam connection mark “odd”. Dengan catatan kita melewatkan paket itu dari kedua dan ketiga rules itu (passthrough=yes). Rule kedua menambahkan ip address client ke address list untuk membolehkan semua session yang diurutkan ke gateway yg sama. Rule ketiga menempatkan routing mark “odd” dalam semua paket yang menjadi bagian koneksi “odd” dan memberhentikan semua proses mangle yang lain untuk paket itu dalam chain prerouting

/ ip firewall mangle
add chain=prerouting in-interface=Local connection-state=new nth=1,1,1 action=mark-connection new-connection-mark=even passthrough=yes
add chain=prerouting in-interface=Local action=add-src-to-address-list address-list=even address-list-timeout=1d connection-mark=even passthrough=yes
add chain=prerouting in-interface=Local connection-mark=even action=mark-routing new-routing-mark=even passthrough=no

Sama seperti yang diatas. Semua koneksi baru ditandai dengan routing dan connection mark “even”

Kode diatas berarti secara efektif untuk setiap koneksi baru yang memulai melewati router dari jaringan lokal akan ditandai di “odd” atau “even” dengan routing mark dan connection mark.

Bagaimanapun ada beberapa kasus jika mungkin anda menemukan IP yg sama terdaftar dalam src-address-list “odd” dan “even”. Masalah ini bisa timbul dengan aplikasi router yang membutuhkan koneksi tetap ke gateway tertentu. Untuk memperbaiki kasus ini tambahkan rules ini ke mangle anda :

add chain=prerouting in-interface=Local connection-state=new nth=1,1,1 src-address-list=!odd action=mark-connection new-connection-mark=even passthrough=yes

Ini akan memastikan ip dengan koneksi baru tidak exist dalam src-address-list “odd”. Anda bisa melakukan yang sama untuk mangle “even” yang tidak termasuk yg sudah ada dalam src-address-list “even”

NAT
/ ip firewall nat
add chain=srcnat connection-mark=odd action=src-nat to-addresses=10.111.0.2 to-ports=0-65535
add chain=srcnat connection-mark=even action=src-nat to-addresses=10.112.0.2 to-ports=0-65535

Semua trafik yang ditandai “odd” di NAT ke IP address 10.111.0.2, dan yang ditandai “even” di NAT ke IP Address 10.113.0.2

Routing
/ ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.111.0.1 scope=255 target-scope=10 routing-mark=odd
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.112.0.1 scope=255 target-scope=10 routing-mark=even

Untuk semua trafik yang ditandai “odd” (jika sudah benar di NAT ke 10.111.0.2) kita gunakan gateway 10.111.0.1. dan sama juga dengan “even” di route melewati gateway 10.112.0.1

/ ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.112.0.1 scope=255 target-scope=10

Trafik tanpa routing mark akan ter arah ke gateway 10.112.0.1
sumber:adamonline.web.id

Terompet selalu mendapat tempat pada pergantian tahun. Sebuah simbol yang tak lekang digilas waktu. Jauh di pelosok Wonogiri, simbol-simbol itu dibuat.

Desa Ngaglik terletak di Kecamatan Bulukerto, 55 kilometer dari Kota Wonogiri (Jateng). Di sana, setiap jelang tahun baru, para warga sibuk memotong, menggulung, menyelipkan empet (bagian yang menimbulkan bunyi bila ditiup), lalu mengelem karton bekas serta kertas warna-warni. Jadilah terompet. Gotong-royong mereka bekerja di teras rumah.

Ya, bagi sekitar 4300 warga Ngaglik, terompet bukan hanya sebuah simbol pergantian tahun. Tetapi sebuah tradisi, mata pencarian tambahan -di samping bertani- yang konon sudah digeluti turun-temurun lebih dari 30 tahun.

Ngaglik memang perintis pembuat terompet Tahun Baru. Diran (55), seorang warga, mengisahkan, adalah mendiang Santrio dan Waloh, warga Ngaglik pertama membuat terompet yang biasa dibunyikan orang “kota” pada acara tutup tahun. Kala itu bentuknya masih kerucut sederhana dan hanya dijual di sekitar desa setempat.

“Lalu banyak warga tertarik membuat. Berproduksi di rumah masing-masing,” ucapnya. Ia sendiri membuat terompet sejak tahun 1978.

Seiring waktu, terompet Ngaglik menyebar ke seluruh pelosok Nusantara. Untuk daerah tujuan penjualan yang jauh di luar pulau, bahkan sudah diproduksi tiga bulan sebelum akhir tahun dan berangkat sebelum Desember.

Model terompet pun mengikuti roda zaman. Bentuk klasik kerucut berkembang menjadi model ular kobra, saxophone, ikan, ayam, gitar, naga, hingga buaya. Terompet-terompet itu digarap sedemikian rapi oleh tangan warga, mulai dari usia anak-anak hingga orang tua. Meski hanya berbahan dasar karton bekas, kertas warna-warni, dan lem, untuk menghasilkan terompet yang bagus diperlukan keterampilan dan ketelatenan.

Untuk menjaga kondisi terompet agar tidak rusak, para penjual membawa dagangannya terpisah-pisah setiap bagiannya. “Biasanya, bagian cerobong dan bagian pangkal terompet dipisah. Tiba di tempat tujuan, dirangkai lagi. Sengaja dipreteli supaya tidak menghabiskan tempat di dalam angkutan,” papar Diran yang berjualan di Demak (Jateng), dibantu sang istri, Warmi, dan anaknya, Yanto.

Tahun ini, kata lelaki beranak dua itu, ia menjual 400 buah terompet. Harganya Rp 10 ribu per buah. “Kalau ada yang tidak laku, dipreteli, lalu disimpan lagi. Buat tahun depan.”

Halangan menjual terompet, bagi Diran, cuma satu, yaitu hujan. “Semoga saja malam Tahun Baru nanti cuaca bagus. Tidak hujan. Supaya bisa bawa pulang uang lumayan,” timpal Warmi.

Maryono (45), juga warga Ngaglik, pun menggantungkan nasib pada terompet. Bedanya, Maryono termasuk pembuat terompet dalam skala besar. Ia dan sang istri, Karsi, mempekerjakan 12 karyawan untuk membuat terompet yang dipasarkan di Kudus (Jateng). Demi menghemat pengeluaran, Maryono sengaja mengkontrak satu rumah sebagai tempat berteduh dia dan karyawannya.

Di akhir tahun ini, Maryono menyiapkan sekitar 5.000 terompet model terbaru serta 2000 model klasik. Hasilnya? “Lumayan. Selain untuk kebutuhan hidup sehari-hari, juga bisa membuat bangunan rumah di kampung,” kisahnya bangga.

Ya, bermula di Desa Ngaglik, terompet kini dibawa ke kota-kota, memeriahkan pergantian tahun.

Selamat Tahun Baru 2009!
sumber:kompas.com