Archive for December 12th, 2008

Jika Ping memberikan jawaban bahwa koneksi Internet Anda tetap oke tetapi sangat lambat, Anda harus tahu dimana masalahnya berada. Mungkin ada banyak pengunjung di situs yang dituju, di ISP Anda, atau di tempat lain. Atau masalahnya mungkin di rumah Anda. Untuk mengetahui titik masalahnya, gunakan perintah Tracert. Sama seperti Ping, perintah ini — singkatan dari trace route — merupakan bagian dari Windows 95, 98, NT, dan 2000. Sesuai namanya, tracert mengikuti jalur data antara komputer Anda dan alamat-alamat lain yang Anda hubungi. Untuk menelusuri rute antara komputer Anda dan situs Web Microsoft, misalnya, bukalah MS-DOS Prompt, lalu ketikkan tracert microsoft.com dan tekan Enter.

Hasil teks Tracert menampilkan seberapa cepat data berjalan antara lokasi Anda dan setiap router di jaringan di sepanjang jalan. Seperti halnya dengan Ping, waktu ditampilkan dalam milidetik, dan angka yang lebih besar berarti kinerja yang lebih lambat. Tracert menguji setiap segmen jaringan (ini disebut sebagai hop) tiga kali dan mengeposkan ketiga angkanya. Sebuah bintang pada tempat angka menunjukkan adanya time out. Jika Tracert melaporkan waktu dalam satu atau dua digit dari lima atau enam hop pertama lalu tiba-tiba menemukan segmen dengan tiga digit, berarti Anda sudah menemukan titik kelambatannya — atau setidaknya bagian dari itu. Berita buruknya: Internet memang lambat. Berita baiknya: Kemungkinan masalahnya bukan di sistem Anda atau ISP Anda.

Jika waktu Ping yang lambat secara konsisten terjadi pada hop kedua atau ketiga, berarti kemungkinan masalahnya ada di ISP Anda — layanan backbone yang dihubunginya, jalur kecepatan tinggi yang digunakannya untuk berkoneksi ke backbone, atau jaringan internal ISP tersebut atau server-server-nya.

Namun, jika masalahnya muncul pada hop pertama, kemungkinan masalahnya ada di jaringan perusahaan Anda atau di jaringan milik Telkom. Periksalah setting modem dan jaringan Anda, juga kabel telepon fisik di dalam dan di luar rumah atau kantor Anda. Putuskan koneksi ke seluruh saluran telepon lain dan perangkat telepon yang Anda gunakan, termasuk mesin penerima dan fax, untuk menentukan “siapa” yang bertanggung jawab terhadap masalah ini.

Source : http://go-zila.tripod.com/software

1. Pendahuluan
Sejak memasyarakatnya Internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft, menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang biasa. Demikian pula dengan konsep “downsizing” maupun “lightsizing” yang bertujuan menekan anggaran belanja khususnya peralatan komputer, maka sebuah jaringan merupakan satu hal yang sangat diperlukan. Dalam makalah ini akan dibahas sebagian komponen yang diperlukan untuk membuat sebuah jaringan komputer.

2. Sejarah Jaringan
Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.

Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2., dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

3. Model referensi OSI dan Standarisasi
Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai fihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah fihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya.

Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam membangung jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan.

Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan vendor-vendor produk LAN bahkan memakai standar yang dihasilkan IEEE. Kita bisa lihat misalnya badan pekerja yang dibentuk oleh IEEE yang banyak membuat standarisasi peralatan telekomunikasi seperti yang tertera berikut ini.

Working Group Bentuk Kegiatan

Working Group Bentuk Kegiatan
IEEE802.1 Standarisasi interface lapisan atas HILI (High Level Interface) dan Data Link termasuk MAC (Medium Access Control) dan LLC (Logical Link Control).
IEEE802.2 Standarisasi lapisan LLC.
IEEE802.3 Standarisasi lapisan MAC untuk CSMA/CD (10Base5, 10Base2, 10BaseT, dll.)
IEEE802.4 Standarisasi lapisan MAC untuk Token Bus.
IEEE802.5 Standarisasi lapisan MAC untuk Token Ring.
IEEE802.6 Standarisasi lapisan MAC untuk MAN-DQDB (Metropolitan Area Network-Distributed Queue Dual Bus.)
IEEE802.7 Grup pendukung BTAG (Broadband Technical Advisory Group) pada LAN.
IEEE802.8 Grup pendukung FOTAG (Fiber Optic Technical Advisory Group.)
IEEE802.9 Standarisasi ISDN (Integrated Services Digital Network) dan IS (Integrated Services ) LAN.
IEEE802.10 Standarisasi masalah pengamanan jaringan (LAN Security.)
IEEE802.11 Standarisasi masalah wireless LAN dan CSMA/CD bersama IEEE802.3.
IEEE802.12 Standarisasi masalah 100VG-AnyLAN
IEEE802.14 Standarisasi masalah protocol CATV

4. Ethernet
Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. (lihat Tabel 2.) Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat in yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan 10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian.

Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.

Untuk menentukan pada posisi mana sebuah host komputer berada, maka tiap-tiap perangkat ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik (hanya satu di dunia). Informasi alamat disimpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di start dalam urutan angka berbasis 16.

48 bit angka agar mudah dimengerti dikelompokkan masing-masing 8 bit untuk menyetakan bilangan berbasis 16 seperti contoh di atas (00 40 05 61 20 e6), 3 angka didepan adalah kode perusahaan pembuat chip tersebut. Chip diatas dibuat oleh ANI Communications Inc. Contoh vendor terkenal bisa dilihat berikut, dan informasi lebih lengkap lainnya dapat diperoleh di http://standards.ieee.org/regauth/oui/index.html

Daftar vendor terkenal chip ethernet

Nomer kode Nama vendor
00:00:0C Sisco System
00:00:1B Novell
00:00:AA Xerox
00:00:4C NEC
00:00:74 Ricoh
08:08:08 3COM
08:00:07 Apple Computer
08:00:09 Hewlett Packard
08:00:20 Sun Microsystems
08:00:2B DEC
08:00:5A IBM

Dengan berdasarkan address ehternet, maka setiap protokol komunikasi (TCP/IP, IPX, AppleTalk, dll.) berusaha memanfaatkan untuk informasi masing-masing host komputer dijaringan.

10Base5
Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm) sebagai media penghubung berbentuk bus seperti berikut. Biasanya kabelnya berwarna kuning dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km.

Dalam berikut, antara NIC (Network Interface Card) yang ada di komputer (DTE, Data Terminal Equipment) dengan media transmisi bus (kabel coaxial)-nya diperlukan sebuah transceiver (MAU, Medium Attachment Unit). Antar MAU dibuat jarak minimal 2,5 m, dan setiap segment hanya mampu menampung sebanyak 100 unit. Konektor yang dipakai adalah konektor 15 pin.

10Base2
Seperti pada jaringan 10Base5, 10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. Tidak diperlukan MAU kerena MAU telah ada didalam NIC-nya sehingga bisa menjadi lebih ekonomis. Karenanya jaringan ini dikenal juga dengan sebutan CheaperNet. Dibandingkan dengan jaringan 10Base5, panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai jenis BNC.

10BaseT
Berbeda dengan 2 jenis jaringan diatas, 10BaseT berstruktur bintang (star) seperti berikut. Tidak diperlukan MAU kerena sudah termasuk didalam NIC-nya. Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena jaringan berbentuk star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100 m, dan setiap hub bisa dihubungkan untuk memperpanjang jaringan sampai 4 unit sehingga maksimal komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit.

Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) seperti kabel telepon di rumah-rumah. Saat ini kabel UTP yang banyak digunakan adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan transmisi 100 Mbps. Masing-masing jenis kabel UTP dan kegunaanya bisa dilihat

Kategori Aplikasi
Category 1 Dipakai untuk komunikasi suara (voice), dan digunakan untuk kabel telepon di rumah-rumah.
Category 2 Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair dan bisa digunakan untuk komunikasi data sampai kecepatan 4 Mbps.
Category 3 Bisa digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan sampai 10 Mbps dan digunakan untuk Ethernet dan TokenRing.
Category 4 Sama dengan category 3 tetapi dengan kecepatan transmisi sampai 16 Mbps.
Category 5 Bisa digunakan pada kecepatan transmisi sampai 100 Mbps, biasanya digunakan untuk FastEthernet (100Base) atau network ATM.

10BaseF

Bentuk jaringan 10BaseF sama dengan 10BaseT yakni berbentuk star. Karena menggunakan serat optik (fiber optic) untuk media transmisinya, maka panjang jarak antara NIC dan konsentratornya menjadi lebih panjang sampai 20 kali (2000 m). Demikian pula dengan panjang total jaringannya. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.

5. Desain Jaringan

Pada saat kita telah mengetahui perangkat pendukung untuk membangun sebuah jaringan, maka langkah selanjutnya adalah mendesain jaringan sesuai yang kita perlukan. Apakah jaringan yang akan kita bangun akan berbentuk garis lurus (bus), bintang (star), lingkaran (ring), ataukah jaring (mesh) yang paling rumit? Juga apakah kecepatan transmisi jaringan kita merupakan jaringan rendah sampai menengah (beberapa M s/d 20Mbps), jaringan berkecepatan tinggi (ratusan Mbps) atau berkecepatan ultra tinggi (lebih dari 1Gbps)? Demikian pula media apa yang akan kita gunakan, apakai berbentuk jaringan kabel (wireline) atau memanfaatkan gelombang radio (wireless)? Yang terakhir, apakah jaringan kita untuk jaringan utama (backbone LAN) ataukah jaringan biasa (floor LAN) yang tentu saja memerlukan prasarana yang berbeda. referensinya sebagai berikut.

Jenis LAN Topologi Bus
Star
Ring Token Ring
Token Bus
Mesh
Kecepatan Menengah (beberapa s/d 20 Mbps)
Tinggi (100 s/d ratusan Mbps)
Ultra (lebih dari 1 Gbps)
Media transmisi Kabel (wireline)
Gelombang radio (wireless)
Tingkatan LAN Utama (backbone LAN)
Biasa (floor LAN)

Sumber: http://daemonz.wordpress.com

tips googling

tips googling

Coba anda cari sebuah kata “Konayuki” tanpa tanda petik (konayuki=judul lagu band jepang dari remioromen yang artinya powdered snow) dengan menggunakan Google dalam hasil pencarian akan menghasilkan ribuan situs/blog yang menggunakan keyword ini, jika anda ingin mencari file mp3 dari band tersebut untuk mendapatkan file yang anda inginkan, Bayangkan berapa banyak waktu yang anda habiskan untuk melakukan hal tersebut.

Berikut ini akan saya beri tahu salah satu cara agar Google mencari apa yang kita mau secara tepat tanpa memerlukan waktu lama untuk mencari file yang diinginkan.

Sekarang kita akan mencari file mp3 dengan penyanyi/judul lagu sebagai berikut:
Penyanyi : Remioromen
Judul Lagu: Konayuki

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah:

1. Buka browser dan ketik google.com pada address bar (untuk Indonesia akan di redirect ke google .co.id)
2. Setelah google muncul ketikkan perintah berikut pada kotak pencarian google:

intitle:”index.of” (mp3) konayuki -html -htm -php -asp -jsp -cf

googling

googling

“Panjang banget skripnya” Eits.Tunggu dulu biarkan saya menjelaskan pengertian dari skrip tersebut:
Intitle = cari judul/ kata pada server
“index.of” = berikan dalam bentuk index/ folder keseluruhan
(mp3) = format file yang di cari
Remioromen.konayuki = nama file mp3 yang ingin dicari kita bisa mengetik remioromen/ konayuki saja untuk lebih tepat sasarannya.jika yang anda cari menggunakan kata yang panjang/ada spasinya ganti spasi tersebut dengan titik.

-html –php –shtml…= Sebagai Filter. Karena yang di cari adalah file mp3 pada server maka buang hasil pencarian berbentuk web page.

Lalu apa yang ditampilkan google:

tips googling2

tips googling2

tips google

tips google

Untuk mulai mendownload file mp3 tersebut, klik kanan pada file mp3 yang dicari dan pilih Save Link/Target As.lalu simpan pada folder di computer.Proses download pun berjalan.Karena dalam server itu banyak file lainnya anda bisa melihat-lihat isi server dan jika ada yang anda suka Abisin aja sekalian pake Program Download manager Portabel Rakitan saya yang akan saya bahas di edisi mendatang.
Dalam dunia per-hacker-an teknik ini di sebut Google hack. Trik diatas merupakan salah satu script yang ada pada google hack. Dengan google anda bahkan bisa mencari Password seseorang. Atau anda berpikir pakai LimeWire saja. Ya memang LimeWire bisa mencari file yang diinginkan tapi kini LimeWire sudah tercemar banyak file yang terinfeksi virus. Saya akan menjelaskannya di waktu yang akan datang.dengan Informasi lebih lengkap dan lebih jelas tentunya.

Sumber: http://daemonz.wordpress.com

A. Pendahuluan

Unix dirancang agar dapat digunakan secara simultan oleh banyak orang (multi user), dan memiliki desain TCP/IP built-in. Unix merupakan sistem operasi pertama yang dikembangkan sebagai sistem operasi yang portabel, dan lebih umum digunakan untuk mendukung workstation dan server-server internet. Pertama kali dirancang oleh Ken Thompson dan Dennis Ritchie, peneliti AT&T Bell Laboratories pada tahun 1996, diilhami oleh desain sistem MULTICS yang dikembangkan oleh MIT.

Dibawah pengembangan institusi-institusi riset dan para mahasiswa dari berbagai belahan dunia, dalam waktu relatif singkat Unix tumbuh dengan pesat dan menjadi kompetitor utama Microsoft Windows yang selama ini mendominasi pasar server dan sistem operasi komputer. Saat ini telah lahir puluhan varian atau “flavor” Unix seperti Sun Solaris, IBM AIX, Hewlett-Packard HP/UX, Linux, FreeBSD, NetBSD, OpenBSD, dan lain-lain. Sistem-sistem tersebut umumnya telah teruji dengan baik sehingga bisa diaplikasikan pada platform PC, Macintosh, Sun, bahkan IBM mainframe.

Unix BSD (BSD Unix) adalah implementasi sistem operasi Unix (beserta utilitinya) yang dikembangkan dan didistribusikan oleh University of Californa at Berkeley. Unix BSD (Berkeley Software Distribution) biasanya disebut sebagai BSD Operating System.

FreeBSD adalah UNIX−like operating system (sistem operasi seperti UNIX), tersedia gratis di internet, sangat banyak digunakan dalam dunia ISP (Internet service provider), embedded devices, serta bidang lain yang membutuhkan reliability tinggi. FreeBSD dibuat dari source code UNIX original yang diproduksi oleh AT&T tahun 1970.

Bertahun-tahun yang lalu, AT&T membutuhkan banyak komputer untuk menjalankan bisnis mereka. Saat itu, AT&T dilarang untuk ikut dalam bisnis komputer. Sehingga akhirnya mereka menjual lisensi software mereka beserta source codenya ke universitas dengan harga yang murah. Mahasiswa universitas yang dapat mengakses teknologi ini dapat membaca source code dan belajar bagaimana software tersebut bekerja. Sebagai imbalan, AT&T mendapat programmer gratis, patch gratis, serta para scientist yang meningkatkan kualitas software AT&T. semua orang senang.

Software AT&T yang sangat terkenal dalam lisensi ini adalah UNIX. kenapa disebut UNIX−like? Kata UNIX” adalah sebuah nama trademark (merk dagang) yang dimiliki oleh The Open Group. Jadi, jika Anda mempunyai produk operating system dan ingin diberi nama UNIX, produk Anda harus di-certified oleh The Open Group dan Anda harus membayar uang yang cukup banyak ke mereka. Karena FreeBSD dibuat bukan untuk profit, maka namanya menjadi UNIX-like.

Di Indonesia para pemakai komputer lebih mengenal sistem operasi alternatif Linux daripada varian Unix BSD (FreeBSD, NetBSD, dan OpenBSD).

B. Sejarah Unix BSD

Perjalanan panjang Varian Unix BSD dimulai pada
tahun 1973, dimana pada waktu itu Prof. Bob Fabry dari Universitas California Berkeley menyatakan minat untuk mendapatkan sistem operasi Unix kepada Ken Thompson dan Dennis Ritchie pada kegiatan ”Symposium on Operating Systems Principles” di Universitas Purdue. Prof. Bob Fabry bermaksud mendapatkan Unix untuk eksperimen pada sebuah mainframe milik Universitas Berkeley. Pada tahun 1974 sebuah tape yang berisi Unix versi 4 datang ke Berkeley dan di-install-kan oleh mahasiswa pasca sarjana Keith Standiford pada komputer PDP-11/45.

Meskipun komputer PDP-11/45 pada saat itu diklaim komputer yang cukup mudah untuk menginstall Unix, namun pada kenyataannya berbagai macam masalah dihadapi oleh Keith Standiford dalam menjalankan Unix pada PDP-11/45, karena itu Ken Thompson di Bell Labs AT&T New Jersey melakukan remote debugging pada mesin PDP-11/45 milik Universitas Berkeley di California, karena Universitas Berkeley hanya memiliki 300-baud acoustic-coupled modem, maka Ken Thompson melakukan panggilan terlebih dahulu kepada Keith Standiford diruangan komputer PDP-11/45 tersebut untuk selanjutnya meminta Keith Standiford memasukkan sambungan telepon tersebut ke modem. Dengan demikian Ken Thompson dari New Jersey di pantai timur Amerika Serikat dapat melakukan remote debugging ke Universitas California Berkeley di pantai barat Amerika Serikat.

Masalah yang lain muncul yaitu karena status komputer PDP-11 adalah milik bersama Departemen Matematika dan Statistika juga, departemen tersebut ingin menjalakan RSTS dari DEC, sedangkan Departemen Ilmu Komputer ingin menjalan Unix. Akhirnya kata sepakat dicapai dengan menjalankan masing-masing sistem secara bergantian.

Pada tahun 1975, Departemen Ilmu Komputer Universitas California Berkeley membeli komputer baru sebuah DEC 11/70. Pada tahun yang sama Ken Thompson menjadi Profesor Tamu pada almamaternya yaitu Universitas California Berkeley, Ken Thompson datang dengan membawa sistem operasi Unix versi 6. Dua orang mahasiswa pasca sarjana yaitu Bill Joy dan Chuck Haley membantu Ken Thompson untuk meng-hacked Unix versi 6 tsb pada komputer DEC 11/70. 1

Pada akhir musim panas 1976, Ken Thompson kembali ke Bell Labs New Jersey, seiring dengan kepergian Ken Thompson, Bill Joy dan Chuck Haley mulai mengoprek kernel sistem operasi Unix versi 6 tersebut, berbekal dengan pengalaman satu tahun terakhir mengoprek Unix bersama Ken Thompson sebelumnya.

Akhirnya pada awal tahun 1977, Bill Joy mengeluarkan ”Berkeley Software Distribution”, pada distribusi pertama mencakup pula compiler Pascal dan editor Ex. Pada tahun 1978 Bill Joy memutuskan software yang ada pada distribusi harus diperbaharui seiring dengan banyaknya feedback dari komunitas, hasilnya pada tahun 1978 tersebut keluar ”Second Berkeley Software Distribution” atau disingkat 2BSD, termasuk didalamnya compiler Pascal, editor vi dan termcap.

Pada tahun 1978, Departemen Ilmu Komputer Universitas Berkeley, membeli sebuah komputer VAX-11/780 dari DEC, meskipun komputer tersebut sudah memiliki sistem operasi sendiri yang dikenal dengan nama VMS, namun Departemen Ilmu Komputer menginginkan Unix 32/v (Seventh Edition) dapat berjalan diatas komputer VAX-11/780 tersebut. Lagi-lagi Bill Joy diminta membantu melakukan porting Unix 32/V tersebut untuk mesin VAX-11/780, pada awal Januari 1979, akhirnya Unix 32/V (Seventh Edition) dapat berjalan dengan mulus pada komputer VAX tersebut, pada saat itu juga Bill Joy, memutuskan untuk melakukan porting 2BSD untuk komputer VAX dengan pertimbangan komputer VAX tersebut jauh lebih canggih (berarsitektur 32 bit) daripada PDP-11 yang hanya 16 bit. Pada bulan Januari 1979 distribusi lengkap telah diselesaikan hasilnya 3BSD sebagai distribusi sistem VAX pertama dari Berkeley.

Pada musim gugur 1979, Prof Bob Fabry, merepson keinginan DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency ) untuk memperbaiki 3BSD untuk kepentingan komunitas DARPA, dimana pada waktu itu untuk keperluan mengkoneksikan semua komputer pada pusat-pusat riset. Untuk lebih memantapkan pekerjaan dari DARPA tersebut, Prof Bob Fabry, membentuk CSRG (Computer System Research Group).

Pada Oktober 1980 lahir 4BSD, selama 9 bulan kedepan sejak kelahirannya sebanyak 150 kopi telah dikirimkan. Lisensi dibuat berdasarkan institusi bukan per komputer. Karena sudah tersebar luas 4BSD banyak menuai kritik terutama masalah kinerja yang dinilai masih lamban daripada VMS. Untuk itu pada Juni 1981, 4.1BSD lahir dengan berbagai macam perbaikan. Pada awalnya distribusi tersebut akan diberi nama 5BSD, namun pihak AT&T keberatan karena akan membingungkan pelanggan, karena pada saat itu terdapat juga sistem operasi Unix system V, untuk itu Berkeley mengalah dan memberi nama distribusi tersebut 4.1BSD. DARPA cukup puas dengan hasil yang diperoleh dan berminat untuk memperpanjang kontrak dengan CSRG. DARPA berharap hasil kerja berikutnya adalah: fast file system untuk mendukup teknologi disk yang ada pada saat itu, fasilitas komunikasi interproses agar para peneliti DARPA dapat bekerja dalam lingkungan distributed computing, dan fasilitas networking yang terintegrasi sehingga dapat berpartisipasi dalam ARPAnet. Sebagai pendahuluan release pada April 1982, dikeluarkan 4.1aBSD untuk keperluan lokal saja (Berkeley dan DARPA), pada saat itu banyak kritik dan saran perbaikan untuk 4.1aBSD, untuk itu pada Juni 1982 dikeluarkan 4.1bBSD. Release 4.1b BSD ini cukup stabil dan baik maka pada April 1983 dikeluarkan 4.1c BSD. Dengan sedikit perbaikan pada 4.1c BSD, pada Agustus 2003 dikeluarkan 4.2BSD. 4.2BSD pada saat itu sangat populer, lebih dari 1000 institusi mempunyai lisensi 4.2BSD tersebut, para vendor pun pada saat itu lebih suka menawarkan 4.2BSD ketimbang Unix system V karena 4.2BSD mempunyai fasilitas Networking dan Fast File System.

Dengan berbagai macam kritik dan feedback, maka pada tengah 1986 di-release 4.3BSD, selanjutnya pada Juni 1988 di-release 4.3BSD Tahoe dan pada Juni 1990 di-release 4.3BSD Reno. Selain release tsb ada pula release networking yaitu: 4.3BSD Net1 pada Maret 1989 dan 4.3BSD Net2 pada Juni 1991. Release ini tidak tidak memiliki source code yang bersifat proprietary sehingga dapat secara bebas didistribusikan dalam bentuk source code maupun binary.

Release terakhir dari CSRG adalah 4.4BSD, pada saat yang bersamaan juga CSRG me-release 4.4BSD-Lite yang berisi source code non-proprietary dan users tidak perlu memiliki lisensi Unix, namun 4.4BSD-Lite ini mendapat aksi legal dari USL (Unix System Laboratories) yang mengklaim 4.4BSD-Lite mengandung source code asli Unix dari AT&T, hal ini berlanjut hingga ke pengadilan. Setelah 1 tahun proses pengadilan berlangsung akhirnya USL dan BSD mencapai kata sepakat (damai), sisa uang yang ada pada CSRG dipakai untuk me-release 4.4BSD-Lite release 2 pada Juni 1995.

C. Sejarah dan Perkembangan FreeBSD

Proyek FreeBSD dimulai pada awal 1993, sebagian sebagai perkembangan dari “Unofficial 386BSD Patchkit” dari 3 koordinator “patchkit” ini, yaitu: Nate Williams, Rod Grimes dan Jordan Hubberd.

Versi resmi pertama yang dirilis adalah FreeBSD 1.0 pada Desember 1993, yang dikoordinasikan oleh Kordan Hubbard, Nate Williams dan Rod Grimes dengan nama yang diajukan oleh David Greenman. Walnut Greek CDOM yang kemudian menyetujui untuk mendistribusikan FreeBSD dalam CD dan memberikan sebuah mesin untuk bekerja dalam proyek tersebut, dalam koneksi internet yang cepat, yang kemudian dikatakan oleh HUbbard sangat membantu perkembangan cepat FreeBSD. Pada bulan Mei 1994 FreeBSD 1.1 yang sukses dirilis. Akan tetapi, terdapat beberapa perhatian tentang legalitas ‘BSD Net/2 release source code’ yang digunakan pada 386BSD. Setelah sebuah perkara hukum antara UNIX yang mempunyai copyright, Uniix System Laboratories dengan University of California, Berkeley, proyek FreeBSD kembali membangun kebanyakan sistem dengan menggunakan 4.4 BSD-Lite yang dirilis Berkeley, yang membuat perkara hukum ini tidak mempunyai satupun AT&T source code yang dimiliki BSD yang pertama, yang membuatnya tidak dapat digunakan. Dengan usaha yang besar kemudian dirilis sebagai FreeBSD 2.0 pada Januari 1995.

FreeBSD 2.0 memberi fitur yang merubah fitur original memori sistem virtual Carnegie Mellon University Mach, yang dioptimasi untuk performa dalam beban yang tinggi. Rilis-an ini juga mengenalkan sistem FreeBSD Ports, yang membuat instalasi, pen-download-an dan pembentukan software pihak ketiga menjadi sangat mudah. Pada tahun 1996 FreeBSD telah menjadi populer di kalangan komersil dan pengguna ISP, yang digunakan pada situs-situs sukses seperti Walnut Creek CDROM, Yahoo! dan Hotmail. Versi terakhir dari versi 2 FreeBSD, yaitu versi 2.2.8 dirilis pada November 1998.

FreeBSD 3.0 membawa banyak perubahan, berganti format ke format ELF binary. Sistem SMP dan platform 64bit ALpha juga didukung pada versi ini. Versi stabil-3 diakhiri dengan versi 3.5.1 pada Juni 2000.

Rilis terakhir yang stabil dari FreeBSD adalah versi 7.0 yang dirilis pada Februari 2008.

D. Hardware Requirements

§ Minimum configuration:

ü 386 based PC

ü RAM 5 MB

ü HD 60 MB

ü MDA (VGA or better run X)

§ Comfortable configuration:

ü Low end Pentium (P90)

ü 16 MB RAM

ü 400 MB Hard disk

ü Cheap S3 video card

E. Varian BSD

Asal muasal varian BSD berasal dari hasil kerja keras Bill Jolitz yang memporting 4.3BSD Net2 kedalam arsitektur 386, hasilnya disebut 386/BSD. Sebagian orang-orang yang menggunakan 386/BSD kemudian membentuk grup yang dikenal dengan nama NetBSD karena Bill Jolitz pada saat itu sudah sangat sibuk dengan pekerjaan utamanya, sehingga tidak sempat untuk melakukan perbaikan terhadap 386/BSD. Grup NetBSD ini yang kemudian memelihara dan memperbaiki 386/BSD. Kelompok NetBSD ini memilih tujuan untuk mendukung sebanyak mungkin platform/arsitektur. Kelompok FreeBSD terbentuk beberapa bulan setelah NetBSD terbentuk dengan tujuan mendukung arsitektur PC i386 saja pada awalnya. Kelompok OpenBSD terbentuk belakangan ini berpisah dari kelompok NetBSD, dengan fokus pada aspek keamanan.

Secara umum ada dua turunan dari 4.4BSD ini yaitu:

  1. Komersial

Yang termasuk kedalam varian BSD komersial adalah :

a. BSD/OS (http://www.bsdi.com)

BSD/OS dipasarkan oleh BSD, Inc.

b. DarwinOS (http://developer.apple.com/darwin/)

Darwin merupakan bagian penting dari sistem operasi MacOS X. Darwin menggabungkan beberapa teknologi dari Mach dengan sistem operasi 4.4BSD.

  1. Bebas (menggunakan lisensi BSD)

Yang termasuk kedalam varian BSD bebas (menggunakan lisensi BSD)

a. NetBSD (http://www.netbsd.org)

NetBSD fokus pada penyediaan sistem operasi NetBSD pada berbagai macam arsitektur komputer, saat ini sudah mendukung lebih dari 40 arsitektur, mulai dari 64 bit Alpha Server dan desktop system hingga handheld dan embeded system.

Ketika Jolitz dan rekan-rekan lain memfokuskan diri dalam proyek 386BSD, mereka menemui kendala dalam pengerjaannya dan karena itu mulai mengembangkan usaha paralel. Rekan-rekan di Virginia Tech selanjutnya mulai mem-porting BSD ke Macintosh. Usaha terus dikembangkan ke arsitektur lainnya seperti Atari ST, Amiga, dan berbagai platform PC.

Fokus pengembangan NetBSD adalah berusaha memberikan sitem operasi yang stabil, multiplatform, dan berorientasi-riset. Pada Januari 2001, portabilitas NetBSD dikabarkan sudah mencapai 33 Platform.

Lebih menakjubkan lagi, NetBSD mendukung segudang hardware dan perlengkapan modern maupun tradisional, termasuk perlengkapan berbasis PC Intel, Compaq’s Alpha, atau arsitektur Sun Microsystem SPARC. Server tua dan hardware kelas workstation seperti Digital Equipment Corporation (DEC) VAX, komputer Apple Macintosh berbasis prosesor Motorola 68000 juga didukung.

Dedikasi NetBSD atas portabilitasnya telah memimpin sistem-sistem operasi lain. Pada saat grup FreeBSD mulai mem-porting sistemnya ke platform Alpha, pekerjaan pada proyek NetBSD dijadikan landasan. Demikian juga Linux telah mengambil keuntungan dari pengalaman NetBSD. Utiliti boot-loader spesial yang digunakan NetBSD untuk komputer-komputer Macintosh seri 68000 dimodifikasi sedemikian rupa dan menjadi boot-loader Penguin yang digunakan untuk me-launch Linux dalam mesin-mesin tersebut.

Akhirnya, kontribusi besar NetBSD lainnya adalah sebagai ‘batu loncatan’ atas lahirnya sistem operasi OpenBSD.

The NetBSD Project bercita-cita melahirkan sistem operasi riset kelas dunia yang andal. Oleh karena portabilitas NetBSD terhadap beragam hardware sangat terbuka, sekolah dan institusi-institusi riset dapat mewujudkan riset nyata melalui perlengkapan-perlengkapan yang tersedia.

Proyek mayor lainnya yang dikembangkan oleh NetBSD adalah KAME. KAME membantu memperkenalkan IPv6, IPsec (baik untuk IPv4 dan IPv6), dan peningkatan-peningkatan TCP/IP secara umum dalam dunia Unix.

NetBSD merupakan sistem yang cerdas. Datang dengan komplemen lengkap atas tool-tool Unix, dan banyak situs menggunakan NetBSD sebagai server DNS atau server jaringan mereka, terutama karena portabilitasnya yang luas terhadap beragam hardware dan perlengkapan.

b. FreeBSD (http://www.freebsd.org)

FreeBSD fokus pada optimalisasi PC i386 dan Alpha, sekarang ini juga sudah mendukung IA-64, PC-98, dan UltraSparc. FreeBSD dikenal dengan fitur networking yang cukup handal sehingga digunakan pada web server yahoo (http://www.yahoo.com) dan pada ftp server CDROM,Inc (ftp://ftp.cdrom.com)

Perawatan patchkit dirasa menemui jalan buntu sehingga suatu mekanisme baru dibutuhkan. Ketiga author akhirnya memulai proyek baru yang dinamakan “386BSD 0.5″, didalamnya termuat berbagai utiliti perbaikan (fixes) dan fungsi-fungsi lainnya sebagaimana layaknya sebuah sistem operasi riil. Sayangnya tak lama kemudian proyek tersebut terhenti.

David Greenman, yang kemudian bekerja pada Walnut Creek, selanjutnya mengusulkan sistem operasi baru berbasiskan kepada patchkit yang telah ada dengan nama FreeBSD.

Segera setelah itu, Hubbard dikontrak Walnut Creek untuk mempersiapkan channel distribusi CDROM. Walnut Creek memberikan dukungan dengan menawarkan server dan hardware ber-bandwidth tinggi untuk mengembangkannya. CDROM pertama dari FreeBSD adalah versi 1.0, dirilis pada bulan Desember 1993.

FreeBSD 2.0 dirilis bulan November 1994. Selanjutnya sebagai upgrade dan peningkatan dilakukan secara berkesinambungan dan signifikan. Dewasa ini FreeBSD telah melahirkan rilis-rilis yang sangat stabil dan luas digunakan oleh masyarakat dunia. Yahoo!, direktori internet terbesar saat ini, mempercayakan jutaan halamannya untuk dilayani oleh sistem FreeBSD, begitu pula organisasi dan vendor-vendor besar lainnya.

Berdasarkan penuturan Hubbard, sasaran utama FreeBSD Project adalah memberikan software yang dapat digunakan untuk beragam tujuan.

Barangkali apa yang menarik dari FreeBSD adalah sisi teknisnya yang simpel. Diakui bahwa program instalasi FreeBSD termasuk dalam tool instalasi Unix yang paling sederhana di antara yang lainnya. Di samping itu, sistem software third-party yang datang bersamanya (Port Collections) telah diadopsi NetBSD dan OpenBSD. Fitur tersebut memberikan kemudahan yang berarti bagi para user untuk menambah atau menghapus aplikasi-aplikasi sebagaimana yang mereka kehendaki. Para user cukup mengeksekusi satu baris perintah dan aplikasi-aplikasi dengan sendirinya di-download, dicek integritasnya, di-build, dan diinstall secara otomatis. Tugas-tugas administrasi sistem menjadi sangat praktis dan mudah.

Model pengembangan FreeBSD nyaris serupa dengan NetBSD maupun OpenBSD, tetapi memiliki perbedaan yang signifikan dengan development Linux. Model pengembangan FreeBSD dikelola secara profesional oleh ratusan programmer individual yang dipanggil dengan Committers. Commiters berwenang melakukan perubahan-perubahan yang dibutuhkan terhadap source official FreeBSD kapan pun juga. Penyeleksian tim Commiters diputuskan oleh FreeBSD Core Team, yang merupakan papan direksi FreeBSD.

Model pengembangan FreeBSD diarahkan untuk menciptakan produk yang stabil dan mudah digunakan. Sebagai salah satu sistem Unix yang reliabel untuk platform x86, FreeBSD harus menjaga kompatibilitas program-program sebaik mungkin di antara sistem.

c. OpenBSD (http://www.openbsd.org)

OpenBSD fokus pada aspek keamanan (security) dan kriptografi (cryptography). OpenBSD merupakan proyek yang terpisah dari NetBSD pada tengah 1995.

Pada awal tahun 1990-an, Theo de Raadt memegang tanggung jawab terhadap porting SPARC dalam NetBSD dan bagian-bagian lainnya. Akan tetapi, karena adanya kesalahpahaman antara Theo dan tim inti NetBSD berkaitan dengan arah pengembangan NetBSD, Theo mengundurkan diri dan selanjutnya merilis OpenBSD.

OpenBSD sedikit ‘menyimpang’ dari NetBSD sekitar rilis NetBSD 1.1 pada November 1995. Rilis pertama OpenBSD datang setahun kemudian, berikutnya OpenBSD 2.0 dirilis bulan Oktober 1996.

Apabila NetBSD memiliki keunikan dengan portabilitas yang luas, OpenBSD memfokuskan diri pada ketangguhan sistem dan keamanan. ‘Mantera’ OpenBSD yang berbunyi “Secure-by-default” telah menghasilkan produk sistem operasi yang paling sempurna saat ini. OpenBSD mengklaim bahwa tiga tahun tanpa exploitasi remote root memungkinkan administrator-administrator sistem dapat tidur nyenyak sepanjang malam.

Mengambil keuntungan dari domisilinya di Kanada, misi de Raadt tidak terhambat oleh hukum Amerika, dimana penerapan algoritma kriptografi yang kuat (strong cryptography) sangat dimungkinkan, seperti RSA, Blowfish, dan sejumlah algoritma lainnya. Lebih dari itu, versi modifikasi algoritma Blowfish sekarang digunakan untuk mengenkripsi password user.

Developer OpenBSD tidak hanya berhenti disitu, satu sumbangsih lain dari kerja keras mereka adalah OpenSSH, yakni clone multiplatform protokol terpopuler untuk mewujudkan komunikasi-komunikasi yang aman.

Fitur lain dari OpenBSD adalah auditing pengkodean yang teliti, hati-hati, dan apik. Itu semua untuk menjamin keamanan sistem yang bisa dipercaya. Dimulai sejak 1996, tim OpenBSD melakukan analisis baris-demi-baris pada keseluruhan konstruksi sistem operasi dengan mencari peluang atas berbagai hole security dan bug potensial.

Sistem-sistem Unix cukup terganggu dengan apa yang disebut fixed-sized buffers. Disamping tidak familier bagi para programmer, mereka juga mengaeah pada lahirnya hole security, seperti apa yang terjaadi pada eksploitasi fingerd dalam 4.2BSD.

Keseriusannya dalam pengawasan keamanan menyebabkan tim OpenBSD kerap menemukan kelemahan-kelemahan yang berhubungan dengan keamanan pada berbagai sistem operasi lain atau aplikasi-aplikasi third-party, termasuk pada sistem FreeBSD, NetBSD, atau yang lainnya.

Kebanyakan jaminan keamanan diwujudkan dengan audit code secara berkesinambungan dan OpenBSD tidak mentolerir berbagai port jaringan terbuka dalam instalasi default-nya. Seandainya sebuah situs memerlukan akses ke protokol finger, lpd, atau protokol-protokol lainnya, mereka terlebih dahulu harus di aktifkan. Lazimnya, protokol-protokol harus nonaktif saat tidak digunakan, dan instalasi OpenBSD mempertimbangkan hal itu dengan seksama.

OpenBSD termasuk sistem operasi yang portabel. Mungkin itu terpengaruh oleh karakteristik NetBSD sebagai ‘garis keturunannya’. OpenBSD cukup stabil dalam lusinan arsitektur, termasuk platform PC berbasis Intel, Motorola 68k-based Macintosh, dan lain-lain.


F. Model Pengembangan

Pada varian BSD (NetBSD, FreeBSD, dan OpenBSD) model pengembangan sistem operasi tersebut terbuka namun mempunyai hirarki tertentu, yaitu :

  1. Contributor, adalah developer yang menulis code, patch, atau dokumentasi namun tidak memiliki hak untuk menulis atau membuat sebuah file dalam source tree. Jika pekerjaan yang mereka lakukan ingin dimasukkan, maka harus diperiksa terlebih dahulu oleh seorang commiter atau dengan persetujuan beberapa orang commiter.
  2. Commiter adalah developer yang memiliki hak menulis dan mengakses source tree, dalam lingkup CVS, memiliki hak commit. Secara tipikal, seorang commiter bekerja hanya pada bagian-bagian terpilih dari keseluruhan project.
  3. Core Team, membimbing secara keseluruhan arah dan tujuan proyek, dan membuat keputusan akhir dalam kasus perselisihpahaman antar developer mengenai source code atau hal-hal lainnya. (OpenBSD tidak mempunyai core team secara formal, namun Theo de Raadt betugas sebagai pemimpin proyek.).

Setiap orang dapat menjadi contributor, dengan mengirimkan patch, atau membenarkan kesalahan-penulisan dalam sebuah halaman manual. Orang-orang yang mengkontribusikan banyak hal, atau berkompeten dalam sebuah area proyek akan dipromosikan menjadi commiter, hal ini ditujukan untuk menjaga commiter yang lain memeriksa terlalu banyak hal pada waktu yang sama.

G. Feature FreeBSD

§ Binary compatible with others UNIX

ü BSD/OS

ü SCO Unix

ü Linux

ü

§ Runs on x86, DEC Alpha, IA-64, PC-98, and UltraSPARC architectures

§ Networking, performance, security, and compatibility, stability

§ Xfree86 sebagai standard GUI

ü Networking : TCP/IP dari BSD

ü Performance : lebih baik dari sistem operasi komersial!!

ü Stable : 50 server internet ter-stable menurutwww.netcraft.com terdiri atas BSD/OS dan FreeBSD

H. Advanced Features

§ A merged virtual memory and filesystem buffer cache

§ Compatibility modules

§ Kernel Queues

§ Accept Filters

§ Soft Updates

§ Support for IPsec and IPv6

I. Software-Software di BSD

Sebagai implementasi kelengkapan sebuah distribusi, terdapat sebuah aturan dalam memfasilitasi installasi sebuah software kedalam distribusi BSD. BSD memiliki ports dan packages yang diperkenalkan pertama kali di FreeBSD, yang kemudian diadaptasi oleh NetBSD dan OpenBSD. (NetBSD mencoba menghindari kerancuan istilah “port” karena dalam system NetBSD, porting adalah pekerjaan membuat atau memodifikasi system terhadap suatu arsitektur atau platform tertentu, NetBSD menyebutnya sebagai “packages” dan “pre-compiled packages”).

Sebuah package adalah software yang telah dicompile dan siap dijalankan, kira-kira sepadan dengan package yang digunakan oleh distribusi Linux (sebagai contoh RPM). Secara teknis, package tersebut dibundel manjadi sebuah kompresi tarball (.tgz), yang menyertakan file-file yang akan diinstall, ditambah dengan beberapa informasi penting lainnya berkenaan dengan software yang diinstall tersebut. Sebagai contoh packages FreeBSD unzip-5.50.tgz berisi :

+CONTENTS
+COMMENT
+DESC
+MTREE_DIRS
man/man1/funzip.1.gz
man/man1/unzip.1.gz
man/man1/unzipsfx.1.gz
man/man1/zipgrep.1.gz
man/man1/zipinfo.1.gz
bin/unzip
bin/funzip
bin/unzipsfx
bin/zipgrep
share/doc/unzip/README
share/doc/unzip/WHERE

Package diinstall kedalam ${PREFIX} yang sudah terkonfigurasikan, dan secara default adalah /usr/local,/usr/X11R6, atau pada system NetBSD /usr/pkg. Installasi didaftarkan pada sebuah direktori database /var/db/pkg/nama_packages. Pengaturan packages dilakukan dengan berbagai tools pkg_*, seperti pkg_add (1), pkg_delete(1), dan pkg_info(1).

Sebuah port adalah kerangka kerja untuk menginstall software. Secara fungsional, sebuah port sama dengan SPRM, namun bagaimanapun, port tidak menyertakan source tarball dari software.

Biasanya kumpulan port disimpan pada direktory /usr/port/kategori, atau pada NetBSD disimpan pada /usr/pkgsrc. Sebuah port terdiri dari sebuah directory tree dengan beberapa file.

BSD tidak membuat sebuah tool seperti rpm(1) untuk membangun sebuah port, melainkan dengan sebuah infrastuktur berbasis make(1). Sebuah Makefile adalah kunci utama sebuah port, ada sangat banyak variable dalam sebuah makefile yang memungkinkan melakukan tindakan build dengan lebih cermat dan pada umumnya terdapat 2000 sampai 3000 baris dalam sebuah makefile, oleh karena itu dalam lingkungan BSD, makefile tersebut disertakan dalam file bsd.port.mk, sedangkan Makefile yang ada pada port hanya berisi variable yang ingin disertakan menjadi sebuah package. Contoh Makefile pada /usr/ports/net/tcpillust milik FreeBSD :

# new ports collection makefile for: tcpillust

# date created: 14 April 2000

# whom: nishida@csl.sony.co.jp

#
# $FreeBSD: ports/net/tcpillust/Makefile,v 1.4 2003/02/21 13:15:03 knu Exp $

#
PORTNAME= tcpillust

PORTVERSION= 1.0a

CATEGORIES= net tk82 tcl82

MASTER_SITES= ftp://ftp.csl.sony.co.jp/CSL/nishida/

MAINTAINER= nishida@csl.sony.co.jp

COMMENT= A graphical TCP connection analysis tool

LIB_DEPENDS= tk82.1:${PORTSDIR}/x11-toolkits/tk82 ¥

tcl82.1:${PORTSDIR}/lang/tcl82
USE_IMAKE= yes

GNU_CONFIGURE= yes

CONFIGURE_ARGS=
USE_MOTIF= yes

MAN1= tcpillust.1

DOCS= README

SAMPLES= tcpclient.log tcpserver.log

post-install:
.if !defined(NOPORTDOCS)

${MKDIR} ${PREFIX}/share/doc/tcpillust

for i in $(DOCS); do ¥

${INSTALL_DATA} ${WRKSRC}/$$i ${PREFIX}/share/doc/tcpillust; ¥

done

${MKDIR} ${PREFIX}/share/doc/tcpillust/sample

for i in $(SAMPLES); do ¥

${INSTALL_DATA} ${WRKSRC}/sample/$$i

${PREFIX}/share/doc/tcpillust/sample; ¥

done

.endif
.include

Proses build dan installasi sebuah port biasanya adalah:

# cd /usr/ports/net/tcpillust

# make install clean

Perintah tersebut akan melakukan proses :

§ Memeriksa apakah distribusi source berupa tarball tersedia dalam system, dan jika tidak diketemukan akan mengambil dari Internet.

§ Memeriksa checksum file source tersebut.

§ Mengekstrak source kedalam sebuah direktory kerja.

§ Melakukan patch jika tersedia.

§ Memeriksa dependencies software yang bersangkutan, bila dependencies sudah terinstall maka akan melanjutkan proses installasi bila tidak maka akan melakukan installasi terhadap software dependencies tersebut.

§ Melakukan patch yang dibutuhkan untuk mengadaptasikan software ke BSD

§ Menjalankan proses configure.

§ Meng-compile program.

§ Menginstall program.

§ Membersihkan direktory kerja.

J. System Administrasi

Seperti operating system lainnya, BSD memiliki gaya/style tersendiri. BSD tidak menyediakan sebuah tool administrasi seperti SMIT pada AIX, SAM pada HP-UX, atau YaST pada SuSE. Konfigurasi dari system ditanggani dengan mengedit file teks dalam direktori /etc, dan ada banyak konfigurasi pada saat startup dikumpulkan pada sebuah file /etc/rc.conf seperti:

§ Console : font, keymap, screensaver

§ Network : interface, firewall, NAT

§ Daemon : sendmail, lpd, ntp

Walaupun BSD system menyertakan sebuah kernel default, namun sangat disarankan untuk membuat sebuah custom kernel dengan tujuan membuat perampingan pada system, menggunakan hanya driver yang benar-benar dibutuhkan, mempercepat waktu loading, dan menghemat memory. Berikut adalah cara untuk membuat kernel custom :

§ Membuat atau mengedit konfigurasi kernel berdasarkan kernel GENERIC di /sys/arch/`arch`/conf/NAMA_KERNEL (FreeBSD: /sys/`arch`/conf)

§ Jalankan config(8) dan make(1).

BSD menyediakan sebuah cara professional untuk melakukan report dan melacak permasalahan yang ada, serta mengumpulkan feedback dari pengguna. Dengan menggunakan send-pr(1) (OpenBSD: sendbug) yang akan memberikan penjelasan detail permasalahan yang dihadapi, dan mengisi formulir yang dapat dikirimkan via e-mail pada GNATS bug tracking system, mengumpulkannya dalam sebuah database, dan kemudian akan ada developer yang menangani masalah yang dihadapi.

K. File System

BSD memiliki format partisi tersendiri, dan BSD tidak menggunakan partisi IBM/Microsoft, sehingga harddisk harus diset dengan format BSD. FreeBSD menyebut bagian ini dengan “slice”, dan dalam slice tersebut partisi BSD dibuat. Secara umum, a adalah partisi boot, b adalah partisi swap, dan c adalah partisi bayangan yang memuat sebuah bagian dari disk.

BSD memilih partisi asli untuk disk adalah FFS (Berkeley Fast File System) sedangkan on-disk data layout didefinisikan oleh UFS. FFS diperkenalkan sebagai implementasi modern UNIX file system, yang lebih memberikan banyak pilihan dimana setting sebuah file dapat dihapus, tidak dapat diedit, dan lain-lain.

L. Lain-Lain

Dalam banyak FAQ (frequently asked questions) terdapat pertanyaan yang sering diutarakan yaitu, dimana dokumentasi mengenai BSD dapat ditemukan. Pertanyaan ini sangat mudah ditemukan jawabannya dan berikut menjawab pertanyaan tersebut.

§ BSD menyertakan halaman-halaman manual dalam setiap distribusinya.

§ Setiap distribusi BSD mempunyai sebuah FAQ atau beberapa, dalam website resminya.

§ FreeBSD documentation project telah menghasilkan FreeBSD Handbook, sebuah tutorial dan referensi yang juga dapat diterapkan pada NetBSD dan OpenBSD.

§ Sebuah tulisan. The Design and Implementation of the 4.4BSD Operating System, karangan Marshall Kirk McKusick, dapat dijadikan patokan untuk melakukan pengembangan atau pemahaman mengenai system BSD secara lebih lanjut.

§ Sebuah tulisan lain mengenai BSD, The Complete FreeBSD, karangan Greg Lehey, juga mengangkat masalah serupa.

§ Search engine juga dapat membantu mencari jawaban setiap pertanyaan yang berkaitan dengan BSD.

§ Arsip mailing-list yang berkaitan dengan distribusi BSD secara lebih spesifik yang dapat dicari pada website resminya.

M. Perbedaan BSD (FreeBSD) dengan Linux

§ Perbedaan antara FreeBSD dengan Linux lebih kepada aspek filosofi daripada konsep.

§ FreeBSD turunan langsung dari UNIX, meskipun sekarang sudah tidak mengandung source code AT&T.

§ Linux adalah clone dan tidak pernah mengandung source code AT&T
FreeBSD adalah sistem operasi yang komplit/lengkap, dipelihara oleh sebuah kelompok developers yang tersentralisasi dibawah Concurent Versions System (CVS) yang memelihara secara lengkap sejarah pengembangan. Hanya ada satu distribusi FreeBSD.

§ Linux adalah kernel yang secara personal dipelihara oleh Linus Torvalds dan beberapa kawan dekat Linus. Program yang non-kernel disupply bersama Linux adalah bagian dari distribusi, dimana distribusi itu sendiri ada beberapa macam. Tiap distribusi sering kali tidak kompatibel.

§ Gaya pengembangan FreeBSD menekankan pada akuntanbilitas dan dokumentasi pada perubahan.

§ Kernel Linux dipelihara oleh beberapa orang yang tetap mengikuti tiap perubahan. Patches yang ada adalah bersifat unofficial dan banyak tersebar di internet oleh komunitas.

§ Kernel yang disediakan oleh FreeBSD pada tiap release dideskripsikan dengan jelas.

§ Distribusi linux kadang menyediakan kernel yang berbeda. Dan perbedaan tersebut sering tidak terdokumentasi dengan baik.

§ Sebagai hasil pengembangan yang tersentralisasi, FreeBSD bersifat Straightforward dan mudah di install.

§ Installasi Linux bergantung pada distribusi yang digunakan.

§ FreeBSD relatif tidak dikenal karena sebelumnya memang sempat terrestriksi oleh kasus hukum dengan source code UNIX AT&T.

§ Linux tidak mempunyai kasus hukum sehingga mejadi satu-satunya clone UNIX yang bebas/free.

§ Sebagai hasil kurang dikenalnya FreeBSD, maka relatif sedikit dukungan software komersial yang dapat berjalan diatas FreeBSD.

§ Semakin banyak dukungan software komersial untuk Linux.

§ Sebagai hasil sedikitnya pengguna, FreeBSD mempunyai dukungan yang sedikit terhadap driver hardware daripada Linux.

§ Besarnya komunitas Linux, membuat dukungan hardware dari vendor juga semakin banyak.

§ Sebagai hasil sedikitnya aplikasi komersial dan driver untuk FreeBSD, maka FreeBSD dapat menjalankan program yang ada pada Linux baik komersial maupun non komersial.

§ Linux tidak perlu menjalankan program yang ada pada FreeBSD
Lisensi FreeBSD adalah lisensi BSD.

§ Lisensi Linux adalah GNU GPL. Bila dibandingan dengan lisensi BSD lisensi GNU GPL mempunyai beberapa restriksi terhadap source code dengan kata lain lisensi BSD lebih bebas daripada lisensi GNU GPL. 7

N. FreeBSD’s Users

§ 2181 registered commercial organizations :

ü Yahoo!

ü Walnut Creek CDROM

ü Sony Corporation

ü Internet Movie Database

ü Manchester Computing

§ 949 registered non-profit organizations

§ 701 registered personal user

§ Thousands of unregistered users

O. Sumber

Berbagai Sumber di Internet.

Tutorial singkat ini cocok sekali buat Anda yang sedang membuat jaringan komputer ‘MURAH’ khususnya yang terdiri lebih dari dua client yang pake hub (jauh lebih murah daripada router ). To the point! Apa sih kabel UTP itu? Kabel UTP itu adalah kabel khusus buat transmisi data. UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”. Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan. Ada 5 kategori kabel UTP. Dari kategori 1 sampai kategori 5. Untuk jaringan komputer yang terkenal adalah kategori 3 dan kategori 5.

Kategori 3 bisa untuk transmisi data sampai 10 mbps, sedang kategori 5 sampai 100 mbps. Kalau hanya buat misalnya jaringan komputer di kantor atau kampus atau warnet, paling hemat ya menggunakan yang kategori 3. Itu sudah lebih dari cukup.Setahu penulis ada banyak merek yang beredar di pasaran, hanya saja yang terkenal bandel dan relatif murah adalah merek Belden – made in USA. Kalau mau yang lebih murah dan penggunaannya banyak, maka beli saja yang satu kotak, panjangnya sekitar 150 meter. Jangan lupa beli konektornya. Konektornya bentuknya seperti colokan telepon hanya saja lebih besar. Bilang saja mau beli konektor RJ-45.

Satu lagi yang sangat penting, Anda harus punya tang khusus buat memasang konektor ke kabel UTP, istilah kerennya adalah “crimp tool”. Alat ini gunanya untuk ‘mematikan’ atau ‘menanam’ konektor ke kabel UTP. Jadi sekali sudah di ‘tang’, maka sudah tidak bisa dicopot lagi konektornya. Dan kalau mau yang lebih OK, biar tidak nanggung maka beli pula sebuah LAN tester. Anda bisa membeli yang merek dari Taiwan saja agar lebih murah. Bentuknya seperti kotak dan ada lampu LED-nya delapan pasang dan bisa kedap-kedip.

OK sekarang peralatan udah siap, penulis mulai saja. Secara umum, pemasangan kabel UTP tersebut ada dua tipe, yaitu tipe straight dan tipe cross. Disebut tipe straight soalnya masing-masing kabel yang jumlahnya 8 itu berkorespondensi 1-1, langsung. Sedangkan disebut cross soalnya ada persilangan pada susunan kabelnya. Bingung?OK! Untuk tipe straight itu digunakan untuk menyambungkan kabel dari client ke hub. Sedangkan untuk tipe cross adalah untuk client langsung terhubung ke client (cpu to cpu) atau juga dari hub ke hub.

Kita bahas dulu yang tipe straight

Tipe ini adalah yang paling gampang dibuat. Kenapa? Soalnya langsung korespondensinya 1-1. Standar urutannya begini (dilihat dari lubang konektor, dari kiri ke kanan – lihat Gambar 4) : 2 oranye – 1 hijau – 2 biru – 1 hijau – 2 coklat . 2 oranye disini maksudnya pasangan oranye muda sama oranye tua dan seterusnya. Tapi tidak usah ikut standar pewarnaan itu juga sebenarnya tidak masalah. Yang penting urutan kabelnya. Misal ujung pertama urutan pin pertamanya oranye muda, maka ujung yang lain urutan pin pertamanya juga harus oranye muda, jadi antar ujung saling nyambung. Sebenarnya tidak semua pin tersebut digunakan.

Yang penting adalah pin nomor 1,2,3 dan 6. Jadi misal yang disambung hanya pin 1,2,3 dan 6 sedangkan pin yang lain tidak dipasang, tidak jadi masalah. Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar di bawah yang penulis foto dari sebuah buku.

Yang kiri urutan korespondensi buat tipe straight, yang kanan yang cross

Waktu akan memasangnya, maka potong ujung kabelnya, kemudian susun kabelnya trus diratakan dengan pisau potong yang ada pada crimp tool. Andak tidak perlu repot harus melepaskan isolasi pada bagian ujung kabel, karena waktu Anda memasukan kabel itu ke konektor lalu ditekan (pressed) dengan menggunakan crimp tool, sebenarnya saat itu pin yang ada di konektor menembus sampai ke dalam kabel. Perhatikan, agar penekannya (pressing) yang keras, soalnya kalau tidak keras kadang pin tersebut tidak tembus ke dalam isolasi kabelnya. Kalau sudah kemudian Anda test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum. Kalau ternyata sudah benar dan masih gagal, berarti memang Anda belum beruntung. Ulangi lagi sampai berhasil.

LAN TESTER – alat untuk memeriksa benar tidaknya sambungan kabel. Untuk tipe straight jika benar maka led 1 sampai 8 berkedip.

Berikut adalah gambar dari bawah dari ujung kabel UTP yang sudah dipasangi konektor dan berhasil dengan baik (urutan pewarnaan pinnya ikut standar):

urutan pin standar

Dan kalau yang ini tidak standar, coba perhatikan urutan warna pinnya, sangat tidak standar, tapi tetap saja bisa, yang penting korespondensinya satu satu (khusus tipe straight):

urutan pin TIDAK standar

Tipe Cross


Untuk tipe cross itu digunakan untuk menyambungkan langsung antar dua PC, atau yang umumnya digunakan untuk menyambungkan antar hub. (misalnya karena colokan di hubnya kurang). Cara pemasangannya juga sebenarnya mudah, sama seperti tipe straight, pin yang digunakan juga sebenarnya hanya 4 pin saja, yaitu pin 1, 2, 3 dan 6. Yang berbeda adalah cara pasangnya. Kalau pada tipe cross, pin 1 disambungkan ke pin 3 ujung yang lain, pin 2 ke 6, pin 3 ke 1 dan pin 6 ke 2. Praktisnya begini, pada ujung pertama Anda bisa susun pinnya sesuai standar untuk yang tipe “straight”, sementara itu di ujung yang lain Anda susun pinnya sesuai standar buat tipe “cross”.
Masih bingung? Begini cara mudahnya:Ujung pertama:

  1. oranye muda
  2. oranye tua
  3. hijau muda
  4. biru muda
  5. biru tua
  6. hijau tua
  7. coklat muda
  8. coklat tua

Maka di ujung yang lain harus dibuat begini:

  1. hijau muda
  2. hijau tua
  3. orange muda
  4. biru muda
  5. biru tua
  6. orange tua
  7. coklat muda
  8. coklat tua

Sudah agak lebih mengerti? Jadi disini posisi nomor 1, 2, 3 dan 6 yang ditukar. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi yang pasti harus menyalasemua setiap led dari nomor 1 sampai 8.OK, selamat membangun jaringan komputer. Semoga Anda bisa berhasil sewaktu memasang konektor pada kabelnya. Semoga ilmu ini berguna buat Anda, soalnya waktu dulu penulis pertama kali membuat jaringan hasilnya lucu sekali, untuk mengupas kabelnya penulis masih menggunakan cutter, padahal sudah ada fasilitasnya di crimp toolnya. Tambah lagi ujung-ujungnya tiap kabel penulis kelupas lagi menggunakan cutter, padahal yang betul tidak perlu dikupas satu-satu, biarkan saja rata, karena nantinya apabila di ‘crimp tool’ maka pin tersebut masing-masing akan tembus ke dalam kabelnya. Semoga Anda tidak melakukan hal sama seperti penulis dulu.Demikian tulisan mengenai cara membuat sambungan kabel UTP untuk jaringan komputer. Semoga berguna bagi Anda semua. Terima kasih.

Sumber : http://daemonz.wordpress.com

Load Balancing Warnet dengan FreeBSD.Koneksi menggunakan 2 Link Speedy Paket Office.Jumlah komputer Client ada 18 Unit dan 1 Unit Komputer Operator.Koneksi digunakan untuk browsing dan main game Online.Contoh Confignya :

router# cat /etc/rc.conf

# Created: Sat Dec 6 11:20:32 2008
# Enable network daemons for user convenience.
# Please make all changes to this file, not to /etc/defaults/rc.conf.
# This file now contains just the overrides from /etc/defaults/rc.conf.

sshd_enable=”YES”
fsck_y_enable=”YES”
gateway_enable=”YES”

pf_enable=”YES”
pf_rules=”/etc/pf.conf”
pf_flags=”"
pflog_enable=”YES”
pflog_logfile=”/var/log/pflog”
pflog_flags=”"

router_flags=”-q”
router=”/sbin/routed”
router_enable=”YES”

ifconfig_rl0=”inet 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0″
ifconfig_rl1=”inet 192.168.2.2 netmask 255.255.255.0″
ifconfig_rl2=”inet 192.168.3.2 netmask 255.255.255.0″
defaultrouter=”192.168.2.1″
hostname=”router.99cybercafe.net”

router# cat /etc/pf.conf
# $FreeBSD: src/etc/pf.conf,v 1.1.2.1 2004/09/17 18:27:14 mlaier Exp $
# $OpenBSD: pf.conf,v 1.21 2003/09/02 20:38:44 david Exp $
#
# See pf.conf(5) and /usr/share/examples/pf for syntax and examples.
# Required order: options, normalization, queueing, translation, filtering.
# Macros and tables may be defined and used anywhere.
# Note that translation rules are first match while filter rules are last match.

lan_net = “192.168.1.0/24″
int_if = “rl0″
ext_if1 = “rl1″
ext_if2 = “rl2″
ext_gw1 = “192.168.2.1″
ext_gw2 = “192.168.3.1″

# nat outgoing connections on each internet interface
nat on $ext_if1 from $lan_net to any -> ($ext_if1)
nat on $ext_if2 from $lan_net to any -> ($ext_if2)

# default deny
block in from any to any
block out from any to any

# pass all outgoing packets on internal interface
pass out on $int_if from any to $lan_net
# pass in quick any packets destined for the gateway itself
pass in quick on $int_if from $lan_net to $int_if
# load balance outgoing tcp traffic from internal network.
pass in on $int_if route-to
{ ($ext_if1 $ext_gw1), ($ext_if2 $ext_gw2) } round-robin
proto tcp from $lan_net to any flags S/SA modulate state
# load balance outgoing udp and icmp traffic from internal network
pass in on $int_if route-to
{ ($ext_if1 $ext_gw1), ($ext_if2 $ext_gw2) } round-robin
proto { udp, icmp } from $lan_net to any keep state

# general “pass out” rules for external interfaces
pass out on $ext_if1 proto tcp from any to any flags S/SA modulate state
pass out on $ext_if1 proto { udp, icmp } from any to any keep state
pass out on $ext_if2 proto tcp from any to any flags S/SA modulate state
pass out on $ext_if2 proto { udp, icmp } from any to any keep state

# route packets from any IPs on $ext_if1 to $ext_gw1 and the same for
# $ext_if2 and $ext_gw2
pass out on $ext_if1 route-to ($ext_if2 $ext_gw2) from $ext_if2 to any
pass out on $ext_if2 route-to ($ext_if1 $ext_gw1) from $ext_if1 to any

router# pfctl -sn
nat on rl1 inet from 192.168.1.0/24 to any -> (rl1) round-robin
nat on rl2 inet from 192.168.1.0/24 to any -> (rl2) round-robin
router# pfctl -sr
block drop in all
block drop out all
pass out on rl0 inet from any to 192.168.1.0/24
pass in quick on rl0 inet from 192.168.1.0/24 to 192.168.1.1
pass in on rl0 route-to { (rl1 192.168.2.1), (rl2 192.168.3.1) } round-robin inet proto tcp from 192.168.1.0/24 to any flags S/SA modulate state
pass in on rl0 route-to { (rl1 192.168.2.1), (rl2 192.168.3.1) } round-robin inet proto udp from 192.168.1.0/24 to any keep state
pass in on rl0 route-to { (rl1 192.168.2.1), (rl2 192.168.3.1) } round-robin inet proto icmp from 192.168.1.0/24 to any keep state
pass out on rl1 proto tcp all flags S/SA modulate state
pass out on rl1 proto udp all keep state
pass out on rl1 proto icmp all keep state
pass out on rl2 proto tcp all flags S/SA modulate state
pass out on rl2 proto udp all keep state
pass out on rl2 proto icmp all keep state
pass out on rl1 route-to (rl2 192.168.3.1) inet from 192.168.3.2 to any
pass out on rl2 route-to (rl1 192.168.2.1) inet from 192.168.2.2 to any

router# ifstat -b -t
Time rl0 rl1 rl2
HH:MM:SS Kbps in Kbps out Kbps in Kbps out Kbps in Kbps out
13:03:16 30.65 279.34 232.34 19.79 45.57 9.45
13:03:17 16.34 223.76 147.18 10.18 77.23 4.47
13:03:18 25.76 174.84 98.43 21.73 75.19 2.53
13:03:19 43.44 166.44 105.18 38.60 60.23 3.62
13:03:20 48.17 294.43 190.25 26.56 103.51 20.68
13:03:21 28.47 301.52 240.91 24.35 59.52 2.53
13:03:22 77.20 177.07 106.96 36.40 68.94 39.35
13:03:23 73.34 170.80 120.35 45.27 49.54 26.38
13:03:24 54.52 159.78 110.62 36.67 48.08 16.68
13:03:25 22.39 211.19 107.46 18.64 102.59 2.53
13:03:26 66.88 271.11 167.03 37.27 104.29 27.55
13:03:27 91.18 246.94 78.67 59.88 168.51 29.05
13:03:28 76.45 101.80 89.26 36.50 11.62 38.73

C:>tracert astaga.com

Tracing route to astaga.com [202.59.169.10]
over a maximum of 30 hops:

1 2 ms <1 ms <1 ms 192.168.3.1
2 40 ms 38 ms 146 ms 1.subnet125-162-88.speedy.telkom.net.id [125.162
.88.1]
3 41 ms 43 ms 43 ms 125.160.0.5
4 66 ms 192.168.3.1 reports: Destination protocol unreachable.

Trace complete.

C:>tracert yahoo.com

Tracing route to yahoo.com [68.180.206.184]
over a maximum of 30 hops:

1 <1 ms <1 ms <1 ms 192.168.2.1
2 46 ms 40 ms 39 ms 1.subnet125-162-88.speedy.telkom.net.id [125.162
.88.1]
3 40 ms 41 ms 43 ms 125.160.0.5
4 * 576 ms 615 ms 203.208.191.233
5 829 ms 619 ms 633 ms ge-0-1-7-0.sngtp-dr1.ix.singtel.com [203.208.151
.177]
6 678 ms 565 ms 605 ms xe-1-0-0-0.sngtp-cr1.ix.singtel.com [203.208.183
.61]
7 749 ms 752 ms 731 ms so-2-0-2-0.plapx-cr2.ix.singtel.com [203.208.149
.242]
8 740 ms 745 ms 858 ms ge-6-0-0-0.plapx-dr2.ix.singtel.com [203.208.183
.166]
9 761 ms 850 ms 830 ms 203.208.145.162
10 761 ms 714 ms 692 ms ae0-p151.msr2.sp1.yahoo.com [216.115.107.75]
11 765 ms 192.168.2.1 reports: Destination protocol unreachable.

Trace complete.

Selamat Mencoba,semoga Sukses
sumber: http://www.openbsd.org/faq/pf/pools.html#outgoing